JUMAT, 14 OKTOBER 2016

KENDARI --- Pengamat Ekonomi Nasional Prof. La Ode Kamaluddin Masihu menilai bahwa perekonomian Sulawei Tenggara (Sultra) di kuartal (semester) IV ini masih akan terus meningkat. Saat ini ekonomi Sultra meningkat hingga 6,4 persen dari sebelumnya dan berada diatas perekonomian negara yakni hanya meningkat sebesar 6.0 persen.


Tetapi hal ini tidak akan memberikan jaminan secara pasti bahwa akan terus meningkat jika tidak ada langkah efektif dari Pemerintah.

Disebutkan,peningkatan ekspor barang produksi, baik  hasil bumi maupun hasil laut, sebab Sultra adalah daerah yang sangat efektif dalam mengembangkan penghasilan melalui dua jalur tersebut.

“Saat ini Sultra memang berada pada peningkatan ekonomi nasional, tetapi hal ini harus terus ditingkatkan demi ekonomi Sultra yang tetap bangkit dari saat ini,” ungkapnya.

Mantan Rektor Unissula Semarang ini juga menambahkan, bukan hanya itu peningkatan ekonomi pertanian berbasis agro industri juga perlu diperhatikan agar tetap menggenjot perekonomian Sultra. Dengan langkah-langkah seperti ini, maka Sultra kedepan bisa mengekspor barang, baik itu dari daerah ke daerah (dalam negeri) dan juga bisa ke luar negari.

“Keberhasilan ekonomi Sultra mulai kebijakan ekspor impor yang baik, dan pembangunan infrastuktur terutama pada jalanan,” teragnya.

Ditanya mengenai pengaruh APBN terhadap pertumbuhan ekonomi Sultra, ia menilai bahwa itu tidak mempengaruhi secara signifikan.

“Perekonomian Sultra bangkit karena adanya pembangunan dari pemerintah yang sangat baik dan dipola dengan proses yang rapi, bukan tergantung pada APBN,” tegasnya.
[Rahmat Rullah]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: