SELASA, 18 OKTOBER 2016

SUMENEP --- Puluhan mahasiswa Universitas Wiraraja Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar aksi unjukrasa di kantor rektorat pada hari Selasa (18/10/2016). Mereka menuntut segera menyelesaikan berbagai persoalan termasuk dualisme yayasan yang hingga saat ini masih corat marut, pasalnya jika tetap dibiarkan, nantinya kampus itu terancam dibekukan oleh Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis).


Para pengunjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Intra Kampas Universitas Wirajaja menuding selama ini rektor telah membohongi mahasiswa, pasalnya sengaja tidak terbuka dan menutupi status kampus unija yang masih carut marut. Sehingga itu sangat disayangkan, karena pihak kampus semestinya lebih terbuka mengenai persolan yang membelitnya, agar para mahasiswa mengetahui bagaimana sebenarnya kondisi kampus tersebut.

“Saya sangat kecewa dengan corat marut yang ada di kampus kita, seperti persoalan dualisme yayasan yang sampai hari ini tak kunjung terselesaikan. Silahkan cek dan tanyakan kepada pihak pimpinan kampus, kalau misalkan ada bukti kongkrit terkait masalah dualisme yayasan itu yang memang sampai hari ini, kampus tak menyatakan kebenarannya,” kata Sirajudin, Kordinator Aksi Unjukrasa, Selasa (18/10/2016).


Disebutkan, bahwa dengan banyaknya masalah di kampus tersebut tak kunjung berakhir hingga bulan Desember mendatang, maka pihak Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) akan membekukan kampus itu. Maka dari itu para mahasiswa tidak akan tinggal diam dengan kondisi yang sudah seperti ini, karena jika masalah tersebut tetap berlarut-larut, nantinya mahasiswa yang sangat dirugikan.

“Kopertis kemarin sudah memperingati kampus kita, jika pada bulan Desember mendatang masalah tersebut tidak kunjung selesai, maka Kopertis ini tidak akan segan-segan membekukan kampus Unija ini,” jelasnya.  


Selain itu, para pengunjukrasa juga menganggap kebijakan yang selama ini dikeluarkan oleh kampus sangat otoriter, sebab tidak pernah melibatkan mahasiswa dalam pengambilan kebijakan mengenai tatacara pemilihan Presma maupun DLM-U. Sehingga kebijakan tersebut dinilai melenceng dari aturan yang berlaku.


Sementara hingga berita ini diturunkan pihak kampus Universitas Wiraraja masih belum bisa memberikan keterangan terkait aksi mahasiswa tersebut. Karena setelah usai demo, sejumlah wartawan yang hendak meminta konfirmasi tidak ketemu dengan pimpinan kampus, pihak kampus mengaku rektor sedang ada acara di luar kampus. 

Jurnalis : M. Fhrul / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : M. Fahrul

Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: