SENIN, 31 OKTOBER 2016 

LAMPUNG --- Pengamanan di pintu keluar Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni Lampung terus diperketat paska diamankannya penyelundupan dan pengiriman narkoba golongan I jenis ganja oleh Polda Metro Jaya. Selain hal tersebut informasi akan adanya demonstrasi besar besaran di Jakarta pada 4 November mendatang semakin meningkatkan pengamanan di Pelabuhan Bakauheni. 


Petugas Polres Lampung Selatan berjaga di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni terus melakukan razia rutin 24 jam untuk mengantisipasi penyelundupan narkoba dan barang barang terlarang lainnya di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, khususnya di area Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni. Pemeriksaan siang malam terhadap kendaraan berbagai jenis yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni diharapkan bisa mencegah pengiriman barang barang terlarang melalui pelabuhan penyeberangan antar pulau tersebut.

Pemeriksaan rutin tersebut dibenarkan oleh Iptu Nawardin Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni. Dia mengungkapkan pemeriksaan rutin dilakukan di pintu masuk pelabuhan Bakauheni setiap hari terhadap kendaraan yang melintas. Selain oleh anggota KSKP Bakauheni pemeriksaan dilakukan oleh anggota Sat Narkoba Polres Lampung Selatan dan pemeriksaan lain juga dilakukan oleh petugas karantina pertanian Kelas I Bandarlampung wilayah kerja pelabuhan Bakauheni, Lampung.

"Kami memang terus lakukan pemeriksaan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni untuk mengantisipasi penyelundupan barang terlarang dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa dan tentunya akan terus meningkatkan pengamanan saat dibutuhkan,"ungkap Iptu Nawardin saat dihubungi Cendana News, Senin (31/10/2016).

Mantan petugas di bagian Kriminal Khusus Polda Lampung tersebut menuturkan selain berusaha mencegah pengiriman narkoba ia juga telah melakukan langkah maksimal di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Salah satunya tanpa pandang bulu memeriksa setiap kendaraan yang lewat baik kendaraan pribadi, kendaraan bus penumpang, truk dan kendaraan ekspedisi yang dicurigai membawa barang barang terlarang yang akan dibawa ke Pulau Jawa. 

Sementara itu terkait isu akan adanya aksi unjuk rasa dari berbagai ormas Islam dari berbagai wilayah termasuk dari wilayah Lampung dan Pulau Sumatera yang akan menuju Jakarta, Iptu Nawardin mengakui telah berkoordinasi dengan pihak Polres Lampung Selatan. Mengantisipasi akan adanya pergerakan massa ke Jakarta melalui Pelabuhan Bakauheni. Nawardin memaparkan pihaknya  akan menambah personil yang diperbantukan (back up) dari Polres Lampung Selatan. Pengamanan yang ditingkatkan tersebut salah satunya melakukan pemeriksaan terhadap massa atau pengunjuk rasa yang akan datang dari Sumatera melalui Pelabuhan Bakauheni.

Ia mengungkapkan penetapan Siaga I akan diberlakukan pada tanggal 1 November terkait rencana aksi demonstrasi besar besaran pada 4 November mendatang terkait penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. Penambahan personil di antaranya dilakukan sesuai surat status siaga I Polri dengan melakukan pemeriksaan penumpang yang akan menuju Pulau Jawa.  Jika ditemukan membawa barang barang terlarang seperti senjata tajam atau barang yang bisa membahayakan. Selain terkait rencana tersebut, pengetatan pengamanan di Pelabuhan Bakauheni diantaranya dilakukan oleh Polres Lampung Selatan seiring dengan adanya pengamanan narkoba yang berhasil diselundupkan dari Aceh menuju Jakarta.


Sebelumnya petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran narkoba jenis ganja seberat satu ton di pintu keluar Tol Jakarta Over Ring Road (JORR) Bambu Apus Cipayung Jakarta Timur. Petugas juga menangkap dua tersangka pengemudi dan kernet kendaraan pembawa ganja seberat 1 ton tersebut. Ganja seberat 1 ton tersebut berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono, petugas menemukan ganja seberat 1 ton tersebut dalam sebuah truk bernomor polisi B 9290 AD.

Saat digeledah polisi menemukan barang bukti berupa daun ganja siap edar sekitar satu ton dan menyita satu unit telepon dan satu unit truk. Petugas polisi menangkap pengemudi pembawa ganja yang diakui berasal dari Aceh. Keuda tersangka berinisial MDH (44) asal Kelurahan Uteun Bayu Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya Aceh dan MY (39) asal Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya Aceh.

Pantauan Cendana News, selain di pintu masuk pelabuhan penyeberangan Bakauheni, pengamanan yang diperketat juga dilakukan di pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) yang merupakan pelabuhan jenis Landing Craft Tank (LCT). Penyelundupan narkoba yang belum diungkap oleh Polda Metro Jaya bahkan belum menyebut apakah penyelundupan tersebut menggunakan pelabuhan penyeberangan PT ASDP Bakauheni atau melalui jalur jalur lain yang dikenal dengan pelabuhan tikus sehingga pengiriman narkoba jenis ganja bisa sampai ke Pulau Jawa.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Irvan Sjafari / Foto : Henk Widi
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: