SELASA, 4 OKTOBER 2016

PONOROGO --- Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Ponorogo, Tutut Erliena menjelaskan, SMPN 4 Ngrayun, Baosan Kidul, Ngrayun yang tertimpa longsor dari tebing setinggi 10 meter diupayakan untuk mendapatkan dana untuk bencana alam agar dapat segera diperbaiki. Jika menunggu Dana Alokasi Khusus (DAK) bisa dipastikan baru tahun depan dananya turun.


"Supaya bisa lebih cepat tertangani, bantuan perbaikan tersebut akan dicoba melalui dana bencana alam. Jadi diprioritaskan ke sana," ujarnya saat dihubungi Cendana News, Selasa (4/10/2016).

Akibat bencana longsor, dua ruang kelas jebol dan satu ruang keterampilan rusak parah. Ketiga ruangan tersebut tidak dapat digunakan. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa dialihkan ke ruangan lain.

Sementara itu, Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Ponorogo, Heri Sulistyono mengaku pihaknya sudah meluncur ke sekolah untuk melakukan identifikasi. Pihaknya berencana membantu membersihkan material longsoran.

Menurut Heri, di Ngrayun ada 11 titik potensi rawan longsor. Lima titik rawan longsor berada di pemukiman warga, sementara enam titik lainnya mengancam jalan.

"Namun longsor yang terjadi di sekolah itu juga termasuk yang rawan. Bantuan perbaikan mungkin bisa diberikan tapi relatif karena menunggu hasil identifikasi terkait kerusakan sekolah," tandasnya.
[Charolin Pebrianti]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: