SENIN, 17 OKTOBER 2016

BALI ---‎ Kendati musibah ambruknya Jembatan Kuningan atau dikenal jembatan cinta di Nusa Penida menjadi tanggung jawab Pemkab Klungkung, namun Pemprov Bali tetap mengalokasikan anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk peremajaan jembatan yang sudah tidak layak tersebut.


Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta menyebutkan, Provinsi Bali sebelumnya telah menganggarkan. Pada tahun anggaran 2015 lalu sempat dialokasikan dana Rp15 miliar untuk perbaikan 'Jembatan Cinta'.

"Memang jembatan itu tanggung jawab kabupaten (Klungkung). Tapi tahun 2015 sesungguhnya ada alokasi dana Rp15 miliar. Tetapi ketika itu tidak berani dikerjakan, karena waktu yang mepet," papar Sudikerta, Senin (17/10) di Denpasar, Bali.

Dengan adanya musibah yang terjadi pada minggu kemarin, pihaknya mengaku kembali menegaskan soal mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jembatan penghubung kedua pulau terpisah dari Bali itu sebesar Rp45 miliar.

"Sekarang kita masukkan dalam DAK Rp45 miliar untuk pembangunan. Kalau masih kurang, tahun depan kita anggarkan lagi," tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Sudikerta juga menyatakan belasungkawa yang mendalam atas ambruknya jembatan ini. Ia bahkan berjanji, untuk meninjau langsung kondisi jembatan tersebut sekaligus menemui masyarakat yang menjadi korban.

"Santunan pasti ada. Nanti biar diproses sesuai mekanisme yang ada," pungkas Sudikerta.

Secara terpisah, Perbekel (Lurah) Lembongan, Gede Arjaya memastikan korban seluruhnya total 42 orang luka-luka dan  yang meninggal dunia,  8 orang dan sepeda motor ada 17 yang tercebur.

“Saya luruskan korban yang meninggal ada 8 orang bukan 9 atau 10 orang sedangkan keseluruhan korban yang luka-luka ada sebanyak 42 orang,” ujar  Gde Arjaya.

Ditambahkan Bendesa adat Lembongan, Made sukadana bahwa kejadian tersebut merupakan musibah dan akan dicarikan hari baik untuk menggelar upakara (ritual) terkait musibah tersebut.

Mengenai upacara korban meninggal, apakah akan dikubur atau dikremasi, dikatakannya tergantung dari keputusan masing-masing keluarga yang ditinggalkan.

Jurnalis : Bobby Andalan / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Bobby Andalan
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: