SENIN, 3 OKTOBER 2016

JAKARTA --- Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, menurut keterangan resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat, pada bulan September 2016, berdasarkan data dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), Indonesia tercatat mengalami Inflasi sebesar 0,22 % dengan IHK sebesar 125,41.



Dari 82 kota IHK, 58 kota diantaranya tercatat mengalami Inflasi, sedangkan 24 kita lainnya tercatat mengalami Deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga tercatat sebesar 1,85 %  dengan IHK sebesar 129,87, sedangkan Inflasi terendah terjadi di Purwokerto dan Banyuwangi masing-masing sebesar 0,02 % dengan IHK masing-masing sebesar 121,81 dan 121,84. Deflasi tertinggi terjadi di Pontianak tercatat sebesar 1,06 % dengan IHK 133,94, sedangkan Deflasi terendah terjadi di Kendari  tercatat sebesar 0,01 % dengan IHK 121,65.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan beberapa indeks kelompok pengeluaran, antara lain kelompok bahan makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,34 %, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,29 %, kelompok sandang sebesar 0,13 %, kelompok kesehatan 0,33 %, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,13 %, kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,19 %. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami Deflasi adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,07 %.



 "Tingkat Inflasi berdasarkan tahun kalender, antara bulan Januari hingga bulan September 2016 tercatat sebesar 1,97 %, sedangkan tingkat Inflasi dari tahun ke tahun atau secara Year on Year (YoY) antara bulan September 2016 terhadap bulan September 2015 tercatat sebesar 3,07 %" demikian dikatakan Suhariyanto, Kepala BPS Pusat saat jumpa pers di Kantor BPS Pusat di Jakarta, Senin (3/10/2016).

Sedangkan komponen inti pada bulan September 2016 mengalami Inflasi tercatat sebesar 0,33 %, sesangkan tingkat Inflasi komponen inti berdasarkan tahun kalender antara bulan Januari hingga bulan September 2016 tercatat sebesar 2,58 %, sedangkan tingkat inflasi komponen inti dari tahun ke tahun, antara bulan September 2016 hingga bulan September 2015 tercatat sebesar 3,21 %. (Eko Sulestyono)
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: