SENIN, 31 OKTOBER 2016

MAUMERE --- Rencana memperpanjang landasan pacu bandara Frans Seda Maumere dari sebelumnya 2.250 meter menjadi 2.500 meter belum bisa dilakukan sebab masih menunggu tersedianya anggaran. Demikian disampaikan kepala bandara Frans Seda Maumere, Yohanes R. Keraf kepada Cendana News Senin (31/10/2016) terkait apakah ada pembicaraan dengan menteri Perhubungan saat berkunjung ke Maumere, Sabtu (29/10/2016).

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi saat tiba di bandara Frans Seda Maumere

Dikatakan Yohanes, tahun 2017 memang ada tambahan dana tapi karena ada penghematan anggaran maka keseluruhan bandara mendapatkan anggaran tapi lebih difokuskan bagi keselamatan dan keamanan penerbangan sementara bangunan fisik bandara dan gedung masih ditunda.

“Bandara kami mendapatkan anggaran untuk perbaikan pagar dan pembelian mobil pemadam kebakaran sementara bangunan gedung dan penambahan landasan pacunya masih belum diprogramkan,” terangnya.

Pekerjaan fisik landasan pacu atau bangunan, ungkap pria asli Lembata ini, sementara waktu belum dilaksanakan. Padahal bangunan Gedung terminal penumpang dengan luas 3 ribu meter persegi sudah mulai terasa agak padat dan tidak nyaman.

Anggota Komisi V DPR RI, Syahrulan Pua Sawa saat ditanyai Cendana News, Sabtu (29/10/2016) mengaku sudah berbicara dengan direktur bandara dan dikatakan bahwa untuk bandara Frans Seda, bila pesawat berbadan lebar ukuran besar masuk tentunya fasilitas lainnya perlu dilengkapi.

“Menteri Perhubungan menyampaikan kepada saya akan fokus untuk pengembangan bandara di Labuan Bajo dan Maumere karena kedua daerah ini besar dan perkembangannya pesat,” sebutnya.

Bandara Frans Seda Maumere

Juga kata pria asal Ende ini, bila perlu disiapkan agar bisa melakukan pendaratan di malam hari. Sementara untuk bandara Hasan Aroeboesman Ende memang ada usulan perpanjang run way namun paling bisa ditambah ke arah barat di darat sepanjang 200 meter lagi.

“Pemerintah daerah juga sudah siap membebaskan lahannya tapi kalau ke laut tidak bisa karena ada pulau Toa. Ini juga masih dalam survei dan dipelajari kementrian Perhubungan bila diperpanjang ke laut,” tutupnya.
Jurnalis : Ebed de Rosary / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ebed de Rosary
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: