SENIN, 10 OKTOBER 2016

JAKARTA --- Persidangan lanjutan kasus perkara suap sebesar 2 miliar Rupiah dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Reklamasi Pulau-Pulau yang ada di Pantai Utara Jakarta atau Teluk Jakarta dengan terdakwa Muhammad Sanusi kembali digelar di Ruang Sidang Mr. Koesoemah Atmadja 2, Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin pagi (10/10/2016).


Dalam persidangan kali ini pihak kuasa hukum sekaligus pengacara terdakwa M. Sanusi pada awalnya berencana akan menghadirkan 7 orang saksi, namun ternyata hingga persidangan dimulai hanya dihadiri 6 orang saksi saja. Sebelum memberikan kesaksian dan keterangan di Prngadilan, mereka terlebih dahulu diambil sumpahnya menurut agama dan keyakinannya masing-masing.

Keenam orang saksi yang hadir dalam persidangan tersebut antara lain adalah Gina Aprilianti (sekretaris pribadi M. Sanusi, Fidya Listiana (Branch Manager cabang Bank Mandiri), Andre Husen ( General Manager Kredit & Treasury Bank Niaga), Jeffri Setiawan Tan (pedagang batik di Tanah Abang) yang juga sekaligus mertua M. Sanusi, Nucholas Hartono (staf Indomarina Square) dan Miarni Tan (Direktur Legal PT. Agung Podomoro Land).

Pantauan Cendana News langsung dari dalam ruangan persidangan, saat  ini Majelis Hakim yang memimpin jalannya persidangan mempersilahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk bertanya apa saja yang berkaitan dengan M. Sanusi kepada keenam saksi yang dihadirkan dalam persidangan tersebut secara bergantian.


Fidya Listiana, Branch Manager salah satu cabang Bank Mandiri di Jakarta mengatakan "saya sudah lama mengenal M. Sanusi, yaitu sebagai salah satu nasabah prioritas di salah cabang Bank Mandiri di Jakarta, namun diluar itu konteks tersebut, saya tidak begitu mengetahui dan mengenal M. Sanusi secara pribadi, namun yang jelas M. Sanusi diketahui mempunyai beberapa nomor rekening atas nama pribadi maupun nomor rekening atas nama perusahaan di Bank Mandiri.

Sebelumnya diberitakan, M. Sanusi, mantan Ketua Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta berhasil ditangkap dan diamankan petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT). Dalam OTT tersebut KPK juga berhasil mengamankan uang tunai sebesar 2 miliar Rupiah yang belakangan diketahui berasal dari pemberiaan Ariesman Widjaja melaui Trinanda Prihantoro. Kedua nya belakangan diketahui bekerja di PT. Agung Podomoro Land.

KPK menduga uang tunai sebesar 2 miliar Rupiah tersebut diduga sebagai  "pelicin" untuk memuluskan pembahasan Raperda Teluk Jakarta antara staf Gubernur DKI Jakarta dengan Anggota DPRD DKI Jakarta. Namun belum sempat pembahasan tersebut selesai, KPK terlebih dahulu mengamankan beberapa orang yang terlibat dalam kasus suap, baik terlibat secara langsung maupun tidak langsung.

Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Eko Sulestyono

Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: