SENIN, 3 OKTOBER 2016

MAUMERE---Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sikka tergolong tinggi dan menempati peringkat atas di level nasional. Kabupaten Sikka pertumbuhannya 7 persen sementara di level nasional hanya 5 persen saja.

Dialog interaktif peran pemerintah daerah dalam dunia kewirausahaan yang diselenggarakan BPC HIPMI Sikka

Demikian disampaikan Wakil Bupati Sikka Drs.Paolus Nong Susar, Senin (3/10/2016) dalam dialog peran dan keterlibatan pemangku kepentingan dalam kewirausahaan di Maumere. 

Tahun 1992 usai dilanda gempa dan tsunami yang meluluhlantakan kota Maumere. sebut Nong Susar, setahun kemudian pembangunan gedung dan tempat usaha justru lebih megah dibandingkan sebelumnya.

"Ini bisa dijadikan tolak ukur dimana pembangunan dan perkembangan ekonomi di Sikka sangat bergeliat,"ujarnya.

Ada tiga peran yang dilaksanakan Pemda Sikka yakni menciptakan regulasi, menciptakan sistem dan pasar yang lebih baik. Selain itu juga pemerintah memberikan penghormatan dan apresiasi kepada pengusaha lokal.

"Iklim investasi ini yang coba pemerintah Kabupaten Sikka ciptakan agar wirausaha bisa bertumbuh," tegasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Sikka Drs.Thomas Ola Peka kepada Cendana News menjelaskan, hasil kajian Pemda Sikka dan LIPI tahun 2015 di Sikka ada lima potensi yang bisa digarap.

"Kelima potensi yang menempati peringkat teratas tersebut yakni komoditi kakao, kelapa, mente, ikan dan air. Kami siap berikan data potensi ini kepada pelaku usaha," terangnya.

Ketua BPD Hipmi NTT Fahmi Abdullah yang ditemui Cendana News usai dialog mengatakan pihaknya membawa 21 pengusaha yang ingin melakukan investasi di Sikka. Dirinya berharap Pemda di Flores dan Lembata bisa memberikan peluang bagi anggota HIPMI untuk berinvestasi.

"Kami ingin bersinergi bersama pemerintah di Flores dan Lembata untuk membangun daerah dengan membuka usaha guna menngerakan ekonomi," tuturnya.

Menurut data BPS NTT, terang Fahmi, potensi pasar di Flores Sikka dan Labuan Bajo sangat besar. Pertumbuhan ekonominya sangat tinggi sehingga beberapa anggota akan melakukan investasi di perumahan, ritel, garmen, pusat perbelanjaan dan kafe.

Beberapa anggota kata pemilik usaha retail ini,sedang melihat tempat strategi di Maumere dan daerah lainnya  di Flores sehingga bisa segera berinvestasi. Kendala yang selalu dikeluhkan teman pengusaha yang paling besar soal perijinan.

“Pengusaha itu yang pertana izinnya, kalau pengurusan izinnya mudah yang lainnya gampang dilakukan,” ungkapnya.

HIPMI NTT melakukan pendataan dan melihat potensi apa yang ada di setiap daearah. Saat pertemuan anggota dari tiap daerah di Indonesia, akan ada sharing data dan potensi yang ada di daerahnya agar teman-teman dari luar NTT pun bisa menggarap potensi yang ada. (Ebed de Rosary)
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: