SENIN, 10 OKTOBER 2016

SUMENEP --- Dengan dilaksanakannya Deklarasi Santri Pelopor Anti Narkoba dan Radikalisme membuat seluruh pesantren yang ada di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sepakat memerangi barang haram dan paham radikalisme yang akan masuk ke daerah tersebut. 


Kesepakatan tersebut tertuang dalam kerjasama antara pihak kepolisian dan seluruh pesantren yang ada di ujung timur Pulau Madura ini untuk bersama-sama memberantas dan memerangi peredaran narkoba serta penyebaran paham radikalisme. Sebab jika itu dibiarkan tanpa ada perhatian serius akan dapat menghancurkan para generasi penerus bangsa, sehingga sangat penting diantisipasi guna dilakukan pencegahan sejak dini dengan melibatkan seluruh pesantren yang ada di daerah ini.

“Ini merupakan hal yang sangat positif menurut hemat saya, karena untuk menanggulangi agar anak bangsa pada masa-masa yang akan datang tidak terperangkap oleh adanya narkoba dan radikalisme ini. Alhamdulillah pada saat sekarang di daerah ini masih bisa terkendali, maka dengan ini dapat mengantisipasi pada masa-masa yang akan datang,” kata KH Imam Hasyim, Pengasuh Pondok Pesantren At Taufiqiyah, Desa Aeng Baja Raja, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Senin (10/10/2016).

Disebutkan, manakala hal itu tidak diperhatikan, maka tidak menutup kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan tersebut akan terjadi. Sehingga dengan adanya deklarasi ini perlu diapresiasi, agar kedepan peredaran narkoba dan penyebaran paham radikalisme tidak ada ruang di daerah ujung timur garam ini, maka secara otomatis para generasi penerus bangsa ini tidak terancam dari hal-hal yang kurang baik.

“Saya memberikan apresiasi terhadap pemikiran Kapolres untuk mengadakan deklarasi para santri pelopor anti narkoba dan radikalisme. Kami akan menindaklanjuti dari adanya deklarasi ini, kami juga akan tekankan kepada santri agar tidak terperangkan dengan adanya narkoba dan radikalisme,” jelasnya.


Pihaknya bersama seluruh pesantren yang ada di daerah tersebut mengaku siap mengawal dan memerangi adanya peredaran narkoba maupun penyebaran paham radikalisme, supaya hal-hal yang tidak diinginkan tersebut tidak terjadi di daerah tersebut. 
[M. Fahrul]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: