JUMAT, 14 OKTOBER 2016

PONOROGO --- Akibat hujan yang terus mengguyur Kota Ponorogo sejak awal September lalu, berimbas pada meruginya puluhan petani melon di Desa Prayungan, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Tidak tanggung-tanggung kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.


Pasalnya melon yang mati tersebut sudah berbuah dan tinggal menunggu panen dalam waktu dua pekan namun tiba-tiba melon di lahan seluas 60 hektar tersebut mati dengan batang dan daunnya berwarna coklat.

Sartuji (50 tahun) mengatakan, lahan melon miliknya sempat terendam banjir beberapa kali akibat hujan deras yang mengguyur Ponorogo.

"Padahal melon ini sudah umur 56 hari, tinggal dua pekan lagi panen tapi malah mati," ujarnya kepada Cendana News saat ditemui di lahan miliknya, Jumat (14/10/2016).

Sartuji pun mengaku rugi ratusan juta rupiah. Dia mengatakan untuk balik modal saja susah. Padahal melon ini merupakan sumber mata pencaharian satu-satunya.

"Modalnya saja sekitar Rp 45 juta," terangnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Samuri (60 tahun), ia terlihat tengah sibuk memilah-milah buah melon yang bisa dipanen dan dijual.

"Biar tidak terlalu rugi. Jadi yang masih bisa dijual lagi saya jual lagi," tuturnya.

Menurutnya, melon bisa dipanen minimal umur 60 hari. Dan benar-benar bagus pada umur 70 hari. 
[Charolin Pebrianti]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: