SABTU, 8 OKTOBER 2016

MATARAM  --- Petugas Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Kelas II Mataram bersama petugas pengamanan Lombok Internasional Airpot (LIA) berhasil menggagalkan pengiriman bibit lobster yang hendak dikirim ke Batam melalui LIA


"Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain berupa satu koper berisi 49 kantung dari plastik, dimana satu kantung berisi 24.500 ekor bibit lobster" kata Kepala  Balai KIPM, Muhlin di Mataram, Sabtu (8/10/2016)

Penangkapan dan penggagalan pengiriman bibit lobster oleh para pelaku sendiri dilakukan berdasarkan informasi dari petugas Lion Air yang melihat bagian bawah koper nampak basah dan setelah dilakukan penggeledahan ditemukan bibit lobster

Dikatakan, total bibit lobster yang diamanakan petugas Balai KIPM di LIA sendiri mencapai 24.500 ekor, yang kalau dijual dengan harga 50 ribu perekor, maka nilai keseluruhan mencapai 2 miliar

Selain di bandara LIA, petugas dari Balai KIPM juga mengamankan 1.750 lobster di pelabuhan penyebrangan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur

"Barang bukti dan para pelaku saat ini telah diamanakan untuk selanjutnya menjalani pemeriksaan lebih lanjut serta untuk dilakukan pengembangan mencari pelaku lain" terang Muhlin

Ditambahkan, berdasarkan peraturan Kementerian Kelautan dan Perikanan No. 1 Tahun 2015 tentang penngkapan lobster, kepiting dan rajungan, dimana pada pasal tiga Permen tersebut, dilarang menangkap lobster bertelur dan di bawah ukuran 300 gram atau panjang karapas di bawah 8 cm

"Dimana peraturan yang dilanggar antara lain, pasal 88 jo pasal 16 ayat 1 dan atau pasal 100 jo pasal 7 ayat 2 huruf J UU RI No. 31 tahun 2004 tentang perikanan, sebgaimana telah diubah dengan UU RI No. 45 tahun 2009, dengan ancaman pidana, maksimal 6 tahun dan denda 1.500.000.000" pungkasnya.

Jurnalis : Turmuzi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Turmuzi
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: