SENIN, 3 OKTOBER 2016

YOGYAKARTA --- Menjelang Pemilihan Kepala Daerah Kota Yogyakarta, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta memutuskan menggunakan kotak dan bilik suara bekas Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden tahun 2014 lalu. Selain masih layak, hal itu dilakukan untuk menghemat anggaran.


Semakin mendekatnya Pemilihan Kepala Daerah di Kota Yogyakarta, KPU Kota Yogyakarta mulai melakukan berbagai persiapan logistik. Salah satunya, dengan menyiapkan kotak dan bilik suara. Pada Senin (3/10/2016) ini, KPU Kota Yogyakarta memindahkan sebanyak 850 kotak suara bekas Pileg dan Pilpres 2014 dari gudang lama di kawasan Tegal Turi ke gudang yang baru di Giwangan, Umbulharjo.

Ketua Divisi Logistik KPU Kota Yogyakarta, Hidayat Widodo mengatakan, pihaknya sengaja tak melakukan pengadaan baru, karena kotak dan bilik suara yang lama masih dalam kondisi baik dan layak digunakan. Dalam dua hari ke depan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan dan kesiapan logistik Pilkada Kota Yogyakarta tersebut, antara lain memastikan kekuatan kotak dan bilik suara serta membersihkannya dari bekas tempelan kertas dan bekas stiker Pileg dan Pilpres 2014.


Sementara itu, lanjut Widodo, jumlah kebutuhan kotak suara dalam Pilkada 2017 nanti untuk masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 1 kotak suara, dengan jumlah TPS sejauh ini ada sebanyak 796 lokasi, ditambah kebutuhan untuk rekap suara di tingkat kecamatan masing-masing sebanyak 3 kotak suara.

Widodo mengatakan, jumlah TPS masih dimungkinkan berubah karena proses verifikasi data pemilih yang kini masih berjalan. Sedangkan jumlah kebutuhan bilik suara mencapai 3.184 atau sekitar 3.200 bilik. Jika terjadi perubahan jumlah TPS, KPU akan menyediakan 4 bilik suara untuk setiap TPS.

Sementara untuk pengadaan surat suara, Widodo mengatakan, KPU Kota Yogyakarta baru akan melakukannya setelah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sudah ditetapkan, yakni pada 8 November 2016 nanti.

"Sedangkan untuk proses penyortiran surat suara akan dilakukan di gudang yang baru di Giwangan ini," ungkapnya.

Pilkada Kota Yogyakarta kali ini diikuti oleh dua pasangan, yaitu Haryadi Suyuti yang merupakan petahana dengan pasangan barunya, Heroe Poerwadi, dan Imam Priyono yang sebelumnya menjabat Wakil Walikota Kota Yogyakarta, yang berpasangan dengan Ahmad Fadli.

Pasangan Haryadi Suyuti-Heroe Poerwadi didukung oleh 5 partai besar yaitu Partai Golongan Karya dengan jumlah suara di DPRD sebanyak 5 kursi, Partai PAN dengan 5 kursi, Partai PKS dengan 4 kursi, Partai Demokrat dengan 1 kursi, dan Partai Gerindra dengan 5 kursi. Sementara pasangan Imam Priyono dan Ahmad Fadli diusung oleh tiga partai yaitu PDIP, P­KB dan Nasdem. 
[Koko Triarko] 

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: