SENIN, 17 OKTOBER 2016

BALI --- Kepolisian Resor (Polres) Klungkung di-backup Polda Bali telah membentuk tim untuk menyelidiki ambruknya Jembatan Kuning yang menghubungkan Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan yang merenggut delapan nyawa tersebut.


‎Kapolres Klungkung, Ajun Komisaris Besar FX Arendra Wahyudi menjelaskan, saat ini pihaknya sudah menurunkan tim terkait insiden maut tersebut. Hanya saja, Arendra belum bisa merinci temuan apa saja yang didapat di lapangan, lantaran peristiwa ini masih dalam tahap pengumpulan bukti-bukti.

‎"Kami meminta masyarakat untuk bersabar karena prosesnya sedang berjalan," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin 17 Agustus 2016.‎ Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Bali, Komisaris Besar Anak Agung Made Sudana mengaku Polda Bali mem-backup penuh untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus ambrolnya jembatan yang oleh warga sekitar disebut jembatan cinta tersebut.‎ Polda Bali sendiri, Sudana melanjutkan, telah menurunkan tim Inafis untuk melakukan penyelidikan. 

"Setelah berkoordinasi dengan Polres Klungkung, Polda Bali akhirnya menurunkan tim Inafis secara lengkap untuk menyelidiki kasus robohnya jembatan di Nusa Lembongan," papar dia.‎ Dari hasil penyelidikan, jika bukti-bukti yang didapat kuat dan mengarah pada pihak-pihak tertentu, bukan tak mungkin akan ada yang menjadi tersangka.

Data sementara yang dikumpulkan diketahui jika usia jembatan itusudah uzur yakni 22 tahun. Hal yang tengah digali saat ini apakah jembatan tersebut mendapat perawatan turin semestinya. Dari sana akan ditentukan apakah sesungguhnya jembatan tersebut masih layak atau tidak untuk dilalui orang dan kendaraan.

"Kondisi di lapangan menunjukkan jika besi atau kawat seling jembatan sudah keropos, berkarat, karena bersentuhan langsung dengan air laut. Kapan itu dicek, kenapa masih membiarkan warga melintasi jembatan, itu yang sedang digali," tutur mantan Kapolresta Denpasar ini. 

"Bisa saja ada tersangka dalam kasus ini bila memenuhi unsur kelalaian dari pihak-pihak yang bertanggungjawab terhadap jembatan tersebut," tambah Sudana.

Jurnalis : Bobby Andalan / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Bobby Andalan
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: