MINGGU, 2 OKTOBER 2016

JAKARTA --- Aparat kepolisian khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya Jakarta akhirnya berhasil mengamankan sekitar 586 orang yang diduga sehari-harinya berprofesi sebagai preman atau penjahat jalanan yang selama ini meresahkan warga masyarakat, mereka biasanya beraksi di seputar wilayah Ibukota Jakarta dan sekitarnya.


Operasi tersebut merupakan rangkaian operasi gabungan yang didukung oleh Polres Metro Jakarta Utara, Polres Metro Jakarta Barat, Polres Metro Jakarta Timur, Polres Metro Jakarta Selatan dan Polres Metro Jakarta Pusat. Operasi premanisme dan penjahat jalanan tersebut telah dilaksanakan dalam kurun waktu sekitar satu minggu terakhir.

Pengamanan dan penertiban terkait dengan premanisme dan penjahat jalanan tersebut digelar dalam rangka operasi pengamanan menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk memilih Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Provinsi DKI Jakarta untuk masa jabatan 2017 hingga 2022 mendatang.

Polda Metro Jaya dibawah pimpinan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Inspektur Jendral Polisi Mohammad Iriawan yang baru dilantik oleh Kapolri beberapa waktu yang lalu tersebut memang dikenal sebagai salah satu Kapolda yang tidak kenal kompromi terhadap segala bentuk tindak kejahatan jalanan, misalnya seperti premanisme dan kejahatan lainnya yang sering meresahkan warga masyarakat.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. M. Iriawan bahkan memerintahkan kepada 5 Kapolres yang ada di wilayah Ibukota Jakarta tersebut untuk terjun langsung ke lapangan demi mengamankan wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Bahkan beberapa kali Irjen Pol. M. Iriawan tampak terlihat turun langsung ke lapangan untuk melihat dan mengecek bagaimana kinerja anak buahnya

Komisaris Besar (Kombes) Polisi Awi Setiono, Kepala Bidang Humas (Kabidhumas) Polda Metro Jaya dalam siaran persnya menyebutkan "sesuai dengan instruksi dan pengarahan Kapolda Metro Jaya, aparat kepolisian gabungan yang ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya serentak telah melakukan operasi pengamanan dan penertiban terhadap para preman, dalam operasi tersebut kami berhasil menangkap dan mengamankan sekitar 586 orang terkait dengan berbagai aksi premanisme" katanya dalam siaran persnya, Minggu siang (2/10/2019).

"Dari total 586 orang yang kita amankan, hampir sebagian besar hanya diberikan pembinaan dan pengarahan, sedangkan 45 orang lainnya sudah dijadikan sebagai tersangka, dimana 43 orang diantaranya langsung ditahan, kebanyakan mereka melakukan berbagai kasus kejahatan diantaranya seperti kasus penganiayaan berat, kasus pemerasan, kasus pencurian dengan kekerasan, kasus jambret, kasus copet, kasus pencurian kendaraan bermotor dan kasus pecah kaca mobil" kata Kombes Pol. Awi Setiono dalam siaran persnya.
[Eko Sulestyono]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: