JUMAT, 14 OKTOBER 2016

LAMPUNG --- Upaya Korps Bhayangkara dalam mendidik generasi muda dilakukan oleh unit pembinaan masyarakat (binmas) kepolisian sektor kawasan pelabuhan (KSKP) Bakauheni dengan terjun ke sekolah tingkat dasar dan menjadi guru pengajar. Salah satu Polsek di wilayah hukum Polres Lampung Selatan tersebut bahkan tak segan menerjunkan personil dari unit Binmas satu diantaranya Aiptu Maulana SW yang rela menjadi guru di Sekolah Dasar Bhakti Ibu Kecamatan Bakauheni. 


Proses menjadi "guru" yang dilakukan oleh Aiptu Maulana meliputi pelajaran di kelas hingga praktek lapangan dengan materi diberikan selama tiga hari sejak hari Kamis (13/10) hingga Sabtu (15/10) bagi murid yang tergabung dalam patroli keamanan sekolah (PKS) dan sebagian menjadi polisi cilik (Pocil).

Berbagai pelatihan dilakukan diantaranya pelatihan dokter kecil, pramuka serta pelatihan sebagai anggota PKS dilakukan oleh beberapa instansi diantaranya kepolisian, dinas pendidikan, Pramuka dan Dinas Kesehatan. Salah satu yang menadi tugas Aiptu Maulana diantaranya pelatihan PKS yang merupakan bagian untuk mendidik murid di tingkat SD untuk menjadi pelopor keselamatan berlalulintas sejak dini sekaligus menjadi pelajaran kedisiplinan murid di sekolah, rumah maupun di jalan raya. Sementara untuk pelatihan PBB dilakukan untuk menanamkan kedisiplinan dan menyiapkan murid menjadi petugas upacara yang mahir dan bisa menjadi pemimpin di masa depan atau menjadi anggota TNI atau Polri sesuai cita cita masing masing.

Aiptu Maulana mengungkapkan, dirinya yang menjalankan tugas sebagai guru meski hanya sementara di salah satu sekolah dasar di Lampung Selatan tersebut mengaku tugas tersebut merupakan upaya untuk menjalankan fungsi unit Binmas di tubuh kepolisian. Ia menegaskan salah satu tugas unit binmas diantaranya sesuai Pekab 23/2010 pasal 114 diantaranya bertugas melaksanakan pembinaan masyarakat meliputi kegiatan pembinaan Polmas, ketertiban masyarakat dan kegiatan koordinasi dan kerjasama dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pelaksanaan koordinasi di bidang penyuluhan ketertiban masyarakat terhadap komponen masyarakat antara lain dilakukan di kalangan remaja, wanita dan anak anak secara konkrit bahkan dilakukan di tingkat pendidikan dasar. Upaya konkrit yang dilakukannya diantaranya terjun langsung menjadi guru dan membimbing murid SD yang sebagian berminat menjadi anggota PKS sebanyak 42 murid dan anggota Pramuka dan Dokter kecil sebanyak 100 murid dari berbagai kelas.

"Sebagai unit Binmas dan juga personil polisi maka salah satu poin penting adalah mengajak anak anak sekolah untuk mentaati aturan dan rambu rambu lalu lintas serta penjelasan batas usia minimal untuk memiliki dan memperoleh SIM serta kelengkapan kendaraan,"ungkap Aiptu Maulana S, kepala unit Binmas KSKP Bakauheni kepada Cendana News, Jumat (14/10/2016).


Selain itu dalam kegiatan patroli keamanan sekolah, dirinya yang menjadi instruktur atau guru pengajar memberikan pelatihan dalam beberapa tahap diantaranya pelatihan dasar teori, pelatihan di luar ruangan pengenalan rambu lalu lintas dan tentunya praktek di lapangan sebagai seorang petugas PKS. Ia juga mengajarkan terkait larangan penggunaan kendaraan roda dua bagi murid SD terutama yang secara hukum belum diperkenankan menggunakan kendaraan roda dua. Selain itu para murid yang tergabung dalam tim PKS serta seluruh murid SD Bhakti Ibu diberikan sosialisasi terkait tata cara dan sopan santun di jalan.

Para murid SD tersebut sekaligus menjadi duta bagi keluarganya terutama mengingatkan keluarga, ayah, ibu serta anggota keluarga yang lain agar melengkapi kendaraan dengan surat surat kelengkapan kendaraan yang seharusnya dibawa diantaranya SIM, STNK, menggunakan helm standar dan larangan penggunaan knalpot racing yang mengganggu pengguna jalan raya lainnya. Sebagai pelopor keselamatan berlalulintas meski belum diperbolehkan mengendarai kendaraan roda dua diharapkan para murid tersebut menjadi contoh bagi lingkungan keluarga dan menjadi polisi bagi dirinya sendiri.

Selain materi kedisiplinan, pelopor keselamatan berlalulintas, materi tekhnik baris berbaris untuk kegiatan upacara juga diajarkan oleh Aiptu Maulana. Ia juga menyisipkan materi terkait dampak kemajuan tekhnologi bagi anak anak agar tidak salah dalam penggunaannya terutama dengan mulai mudahnya anak anak mengakses internet.

"Saya himbau agar dalam penggunaan telepon genggam anak anak mendapat pendampingan dari orangtua terutama saat mengakses konten konten yang hanya boleh dilihat orang dewasa dan ada kesadaran para murid untuk menggunakan telepon untuk belajar,"ungkap mantan pelatih paskibraka tingkat Kabupaten Lampung Selatan ini.

Selain itu dalam upaya menjaga generasi muda di tingkat SD, ia menghibau agar anak anak tidak mudah menerima makanan dan minuman dari orang yang tak dikenal dan menerima barang barang titipan dari orang orang yang tak dikenal untuk menghindari aksi aksi kejahatan terhadap anak kecil. Ia juga mengharapkan para murid agar bisa saling melindungi kawan kawannya jika melihat ada hal hal yang mencurigakan atau membahayakan dengan cara melaporkan ke orangtua atau pihak berwajib.


Pelatihan dan tugas menjadi guru di SDN Bakauheni tersebut menurut Aiptu Maulana merupakan bagian dari kegiatan sekolah untuk peningkatan mutu sekolah di berbagai bidang. Kegiatan yang akan berlangsung hingga Sabtu (15/10) tersebut sebelumnya telah dibuka oleh kepala unit pelaksana tekhnis Dinas Pendidikan Bakauheni, Yayasan Bhakti Ibu diwakili Sri Maryati, KUPt Dinas Kesehatan, serta Kepala Kwarda Kabupaten Lampung Selatan.
[Henk Widi]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: