MINGGU, 2 OKTOBER 2016

JAKARTA --- Kasus pemutaran video atau film porno dalam sebuah papan reklame elektronik atau videotron yang terletak di Jalan Pangeran Antasari, daerah Prapanca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang sempat "menggegerkan" hingga saat ini masih terus diselidiki dan didalami oleh pihak kepolisian Polsek Metro Kebayoran Baru, Polres Metro Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya.


Demikian dikatakan Komisaris Besar Polisi Awi Setiono, Kepala Bidang Hubungan Masayarakat (Kabidhumas) Polda Jawa Timur dalam siaran persnya kepada wartawan. 

Kombes Pol. Awi Setiono menjelaskan bahwa hingga detik ini pihak kepolisian masih meminta keterangan atau penjelasan dari sekitar 10 orang saksi dan belum ada satupun yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Polisi masih mencari pelaku pemutaran video atau film pornografi pada papan reklame digital atau videotron di Jalan Pangeran Antasri, Prapanca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, selain meminta keterangan 10 saksi, masing-masing 2 orang saksi mengaku melihat langsung videotron tersebut dan 8 orang saksi dari pegawai admin PT. Transito Adiman Jati sebagai operator videotron tersebut, polisi juga memeriksa 6 unit CPU komputer milik perusahaan" kata Kombes Pol. Awi Setiono, Kabidhumas Polda Metro Jaya, dalam siaran persnya, Minggu siang (2/10/2016).

Awi Setiono mengatakan "polisi juga masih mendalami apakah ada unsur kesengajaan atau tidak dalam pemutaran video atau film porno yang ditransmisikan melaui papan reklame digital atau videotron tersebut, untuk mempercepat penyelidikan polisi juga memeriksa 8 buah Smartphone atau Gadget milik pegawai admin PT. Transito Adiman Jati, siapa tahu ada komunikasi sebelumnya yang berhubungan dengan dengan pemutaran video atau film porno tersebut, mudah-mudahan dalam waktu singkat aktor intelektualnya dapat kita tangkap" katanya melaui siaran persnya.

Sebelumnya, pada Jumat siang (30/9/2016) tepatnya selepas Sholat Jumat, warga masyarakat yang kebetulan sedang melintas di sekitar kawasan Jalan Pangeran Antasari, Prapanca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan "dihebohkan" dengan penayangan video atau film porno ditayangkan di layar videotron berukuran besar yang sebelumnya hanya manayangkan iklan-iklan berbagai macam produk atau iklan rokok maupun minuman dan makanan.

Warga masyarakat yang kebetulan sedang melintas kebanyakan mengaku dapat melihat dengan jelas setiap adegan video atau film pornografi di muka umum melaui layar raksasa videotron yang sebenarnya memang dilarang dan tidak pantas untuk dipertontonkan. 

Beruntung tak lama kemudian seorang penjual bakso yang kebetulan sedang melintas di kawasan tersebut dengan dibantu seorang aparat kepolisian lalu lintas yang juga sedang melintas langsung berinisiatif mematikan videotron dengan cara mencabut saklar. Tak lama kemudian aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Kebayoran Baru mendatangi lokasi Tenpat Kejadian Perkara (TKP) tempat dimana videotron tersebut berada.
[Eko Sulestyono]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: