KAMIS, 6 OKTOBER 2016

LHOKSEUMAWE --- Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe, Aceh, memusnahkan sedikitnya 2.472 botol minyak gosok ilegal. Minyak oles yang biasa digunakan pada balita tersebut sebelumnya disita karena tidak memiliki izin edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).


“Kita melakukan pemusnahan sebanyak 2.472 botol minyak gosok merek kelapa hijau yang diproduksi oleh UD Nurhayati,” ujar Kapores Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Reskrim AKP Yasir, Kamis (6/10/2016).

Pemusnahan dilakukan di tempat pembuangan akhir (TPA) di desa Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Rabu kemarin. Pemusnahan juga disaksikan sejumlah pihak diantaranya Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe.

Kegiatan pemusnahan ribuan botol minyak gosok tersebut dilakukan setelah sebelumnya pihak Polres Lhokseumawe menyita ribuan botol minyak tersebut dari sejumlah apotek yang ada di Lhokseumawe. Katanya, minyak oleh yang digunakan pada bayi tersebut tidak memiliki izin dari BPOM.

Kasat Yasir menambahkan, minyak gosok yang diproduksi oleh UD Nurhayati tersebut sering digunakan untuk menurunkan demam pada anak-anak. Namun sayangnya, minyak gosok tersebut tidak memiliki izin dari BPOM.

Sementara itu, saat ini pihaknya kata Yasir, sudah mengamankan seorang produsen berinisial SO. Tersangka merupakan warga asal Medan, Sumatera Utara. Selain memproduksi, SO juga diduga sebagai distributor yang mendistribusi ribuan minyak gosok ilegal tersebut di Lhokseumawe.

Jurnalis : Zulfikar Husein / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Zulfikar Husein
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: