SABTU, 15 OKTOBER 2016

YOGYAKARTA --- Sebagai upaya pelestarian anggrek vanda tiga warna (vanda tricolor var suavis) khas Gunung Merapi yang kian langka, Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) DI Yogyakarta, bekerjasama dengan Fakultas Biologi Universitas Gajah Mada menggelar festival anggrek vanda tricolor di Taman Anggrek Tiri Orchids, Harjobinangun, Pakem, Sleman, Sabtu hingga Minggu (15-16/10/2016).


Puluhan tanaman bunga anggrek khas Gunung Merapi, Vanda Tricolor Var Suavis, dipamerkan dalam ajang festival yang khusus menampilkan bunga anggrek tricolor khas Gunung Merapi yang keberadaannya kian langka tersebut. Festival yang didukung Pemerintah Kabupaten Sleman itu digelar sebagai upaya pelestarian anggrek khas Merapi yang populasinya kian menurun drastis sejak erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010, silam.

Ketua panitia penyelenggara, Kadarso, ditemui di sela acara, Sabtu (15/10/2016) mengatakan, selain sebagai upaya pelestarian dan menumbuh-kembangkan tanaman anggrek Vanda Tricolor, festival itu diadakan juga sebagai upaya meningkatkan apresiasi terhadap tanaman anggrek secara umum.


Kadarso menjelaskan, sejak erupsi Gunung Merapi tahun 2010, populasi anggrek tricolor yang merupakan endemik lereng gunung tersebut sangat menurun. Sementara ulah manusia tak bertanggung jawab juga semakin memicu kelangkaan anggrek tricolor sehingga dikhawatirkan menimbulkan kepunahan. Saat ini, kata Kadarso, dari 70 spesies anggrek khas Merapi yang pernah tercatat, kini diperkirakan hanya tinggal 50 spesies.

Sementara itu, upaya pembudi-dayaan anggrek vanda tricolor var suavis dengan ciri khas putih dan ungu serta totol coklat, tak semudah anggrek vanda tricolor dari jenis lainnya. Anggrek vanda tricolor var suavis, jelas Kadarso, sangat bergantung kepada faktor iklim dan kelembaban.

"Karena itu, melalui festival ini diharapkan masyarakat semakin peduli untuk melakukan pelestarian," pungkasnya.
[Koko Triarko] 

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: