SABTU, 1 OKTOBER 2016

Surabaya--- Dipelopori oleh Pusat Pengembangan Obat Tradisional Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya ( PPOT UKWMS) mengadakan Seminar Ilmiah yang membahas obat-obatan herbal. Seminar yang bertemakan, Scientification of Jamu and Its Impact Towards Pharmacists and Physicians” (Saintifikasi Jamu dan Dampaknya Terhadap Profesi Dokter dan Apoteker) ini diadakan di Ruang Auditorium A201 UKWMS pada Sabtu (1/10/2016).


Menurut salah seorang pembicaranya, Prof. Ernie H. Purwaningsih yang sekaligus menjadi Ketua Komite Saintifikasi Jamu Nasional mengatakan, untuk meningkatkan minat masyarakat pada jamu tradisional itu salah satunya melalui pendidikan. Mengingat pada saat ini masih dominan sekali penggunaan obat konvensional, padahal di Indonesia banyak tanaman-tanaman yang dapat digunakan sebagai herbal. Karena itu, pihaknya telah meminta kepada DIKTI untuk mengangkat obat tradisional melalui pendidikan. Walaupun sebenarnya untuk saat ini, dalam Standart Kompetensi Dokter Indonesia sudah memperbolehkan dalam bidang pendidikan untuk menyediakan modul elektif.

"Modul elektif ini merupakan modul yang juga boleh diisi oleh pendidikan herbal. Dan modul seperti ini sudah diterapkan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) sejak 2 tahun terakhir," ujar Ernie yang juga sebagai Guru Besar di FKUI.

Ernie menambahkan, langkah awal melalui pendidikan dilakukan agar benar-benar dipahami apa sebenarnya manfaat dari obat tradisional, Obat-obatan konvensional itu juga kebanyakan hasil ekstraksi dari tanaman herbal.

"Obat tradisional itu memang hakikatnya untuk tindakan preventif bukan untuk tindakan kuratif," katanya.


Selain itu, Ernie menjelaskan, masyarakat perlu curiga dan waspada apabila ada produk dari obat-obatan tradisional yang menjanjikan akan sembuh dari suatu penyakit dengan hanya sekali atau dua kali minum saja. Karena dipastikan obat tradisional tersebut ada sesuatunya yang tidak beres, seperti adanya Bahan Kimia Obat (BKO).

"Mengkonsumsi jamu tradisional itu tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang, bukan untuk menghilangkan suatu penyakit atau keluhan secara instan," pungkasnya.
[Nanang WP]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: