SELASA, 11 OKTOBER 2016

KENDARI --- Salah seorang kandidat Pemilihan Rektor (Pilrek) Univesitas Halu Oleo (UHO), Prof La Rianda mengatakan, Pilrek masih terkatung-katung dan tidak jelas hingga saat ini akibat adanya indikasi cacat hukum. 


“Saya anggap ini cacat hukum, sebab Rektor UHO saat ini Usman Rianse mendukung salah satu figur secara terang-terangnya dan tidak independen,”kataya di Kendari, Selasa (11/10/2016).

Disebutkan, dirinya satu-satunya calon yang tidak menandatangani berita acara Pilrek dengan alasan bahwa Pilrek yang berlangsung selama ini adalah cacat hukum dan percobaan maladimistrasi.

“Kita sangat menyayangakan seorang rektor dua periode mendukung secara vulgar dibuat dalam pernyataan mendukung Dr Zamrun (Salah satu kandidat Pilrek) dan ditandatangan dalam materai 6000, ” jelasnya.

Disebutkan, selain permasalah sudah sampai ke Kemenristek Dikti, Ombudsman RI juga sudah memeriksa beberapa saksi. Ia menilai karena alasan tersebut, maka kemungkinan besar maka Pilrek ini akan diulang dari proses pendaftaran sampai pada pemilihan putaran pertama atau pemilihan rektor ulang.

“Saya menilai bahwa Pilrek ini ada kemungkinan akan dilakukan pemengutan suara ulang, dan prosesnya akan dimulai dari awal,” paparnya.

Sementara itu, tanggal 28 November 2016, masa jabatan Rekor UHO saat ini menjabat, Usman Rianse sudah berakhir.
[Rahmat Rullah ]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: