KAMIS, 13 OKTOBER 2016

SURABAYA --- Pusat Studi Kebumian Bencana dan Perubahan Iklim (PSKBPI)  Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) ITS Surabaya mengadakan acara "Diskusi Terfokus Gempa Surabaya dan Sekitarnya." 


Acara yang diselenggarakan di Gedung Rektorat ITS pada Kamis (13/10/2016) ini, mendatangkan pemateri dari berbagai instansi yakni Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dan pakar akademisi dari ITS. Pesertanya pun datang dari berbagai kalangan, ada mahasiswa, Instansi BNPB, BAPPEDA, dan dari masyarakat umum.

Diskusi yang diadakan oleh PSKBPI LPPM ITS ini dilatarbelakangi dari adanya informasi penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim gempa Institut Teknologi Bandung (ITB) mengenai aktifnya Sesar Kendeng yang membelah kota Surabaya yang dapat memicu munculnya gempa darat dengan skala lebih dari 6.

"ITS berinisiatif untuk melakukan diskusi mengenai informasi tersebut dan mengundang pihak-pihak yang terkait," ujar Lalu Muhamad Jaelani ST, MSc, PhD selaku koordinator PSKBPI LPPM ITS.

Berdasarkan keterangan tertulisnya, Jaelani menerangkan bahwa diskusi yang dilakukan merupakan langkah awal untuk pembentukan konsorsium kelompok peneliti gempa khususnya di wilayah Jawa Timur.

Narasumber yang hadir dalam acara ini yakni Dr. Daryono dari BMKG, Dr. Achmad Solikhin dari PVMBG, Dr Ira Anjasmara dan  Firman S.T., M.T dari pakar akademisi ITS.

Menurut Daryono, salah seorang pemateri menyebutkan bahwa apabila terjadi gempa, Surabaya itu termasuk low Activity.

"Setelah ada diskusi semacam ini kemudian dilakukan penelitian lebih detail, maka akan diperoleh arsip mengenai potensi gempa Subaraya. Jadi bisa semakin waspada," ujarnya.
[Nanang WP]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: