SELASA, 18 OKTOBER 2016

LAMPUNG --- Puluhan hektar lahan tanaman padi di areal persawahan Tiyuh Penumangan, Tiyuh Gunungkatun Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubabar) terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Curah hujan yang tinggi berakibat sebagian besar tanaman padi milik warga yang ada di wilayah tersebut terimbas banjir. Salah satu petani, Ahmad (35) mengungkapkan sebagian besar sawah di wilayah tersebut sudah mendekati masa panen sementara sebagian masih menguning. Aibatnya dipastikan petani akan mengalami kerugian cukup besar karena padi yang mereka miliki terendam banjir.


Ahmad mengungkapkan sebagian lahan sawah yang ada di dua tiyuh (desa) tersebut merupakan sawah tadah hujan namun akibat tanggul sungai WayKiri yang jebol membuat areal persawahan terendam banjir. Sebagian petani termasuk Ahmad mengungkapkan umur padi yang diterjang banjir diperkirakan berusia sekitar 2-2,5 bulan dengan ketinggian banjir mencapai satu meter.

"Padahal sawah yang ada saat ini merupakan program cetak sawah baru dari pemerintah untuk perluasan areal pertanian dipastikan ada sekitar dua belas hektar lahan sawah yang terendam banjir khusus sawah cetak baru dan belum tahu yang lain masih cukup luas,"ungkap Ahmad saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (18/10/2016).

Berdasarkan informasi, sawah yang baru dicetak merupakan areal seluas 80 hektar yang merupakan program dari Kementerian Pertanian dengan sumber dana dari APBN 2016. Sekitar 80 hektar sawah yang merupakan program cetak sawah baru diperkirakan terendam banjir sekitar 10 hektar.


Ahmad dan masyarakat petani di wilayah sekitar Sungai Way Kiri berharap pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat melakuka upaya untuk membuat tanggul yang lebih kokoh dan permanen. Selain itu perlu dilakukan pembuatan sodetan untuk mengantisipasi meluapnya air sungai Way Kiri yang berpotensi menimbulkan banjir susulan. 

Meski banjir mengganggu lahan pertanian milik warga sejak dua hari terakhir namun masyarakat masih berusaha menyelamatkan lahan pertanian yang mereka miliki dengan membuat saluran air keluar dari lahan persawahan yang mereka miliki. Jika hujan tidak turun lagi dengan intensitas yang tinggi petani berharap genangan air di areal persawahan yang mereka miliki bisa surut pada sore hari ini.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Henk Widi
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: