RABU, 19 OKTOBER 2016

LANDAK --- Berbagai cara dilakukan Kepolisian Resor Landak, Kalimantan Barat, untuk menekan angka kriminalitas. Salah satu caranya adalah melakukan pendekatan, terlebih dalam waktu dekat wilayah tersebut akan melaksakan Pemilukada.


Kapolres Landak, AKBP Wawan Kristyanto menyebut, menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif menjelang Pemilu Kada Bupati dan Wakil Bupati, jajaran melakukan kegiatan pencegahan dini, dengan cara menerjunkan personel Bhabin Kamtibmas ke desa-desa di Kabupaten Landak.

“Secara terus menerus mengimbau kepada warga masyarakat yang masih menyimpan senjata api untuk menyerahkan kepada Kepolisian terdekat,” kata Wawan Kristyanto di Landak, Rabu (19/10/2016).

Dikatakan, jika warga masyarakat masih menyimpan senjata api, dan tertangkap oleh aparat Kepolisian, maka bisa dikenakan Undang Undang darurat nomor 12 tahun 1951. 

“Barang siapa tanpa hak, menyimpan, menyembunyikan, memiliki, memasukkan senjata api atau bahan peledak, ke wilayah Indonesia, bisa diancam dengan hukuman penjara sementara selama 20 tahun,” kata Wawan Kristyanto.

Alhasil, dengan adanya imbauan Kapolres Landak  tersebut, masyarakat desa berbondong-bondong menyerahkan senjata. 

“Imbauan ini ternyata mendapat respon positif dari masyarakat, dimana saat ini telah terkumpul senjata api rakitan sebanyak 40 pucuk,” ujar Wawan Kristyanto. 

Ia menjelaskan, puluhan pucuk senjata api rakitan ini tersebar disejumlah Polsek di Kabupataen Landak.  Antara lain, Polsek Mandor 15 Pucuk, Polsek Ngabang 6 Pucuk, Polsek Sebangki 5 pucuk, Polsek Sengah Temila 4 Pucuk, Polsek Air Besar, Polsek Menjalin, Polsek Kuala Behe dan Polsek Mempawah Hulu masing masing 2 pucuk serta Polsek Menyuke dam Polsek Meranti masing masing satu Pucuk.
Jurnalis : Aceng Mukaram / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Istimewa
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: