KAMIS, 6 OKTOBER 2016

LAMPUNG --- Haul akbar atau peringatan wafatnya Pahlawan Raden Inten II masih digelar dalam rangkaian kegiatan haul di makam pahlawan Raden Inten II yang ada di benteng Cempaka Desa Gedong Harta Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan. Haul pahlawan nasional asal Lampung tersebut diikuti oleh ratusan kader Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dari seluruh Lampung yang menjadi penggagas kegiatan haul tersebut diadakan sekaligus simbol sikap menghargai jasa pahlawan dari generasi muda Partai Golkar. 


Pelaksana tugas DPD Partai Golkar Lampung, Tony Eka Chandra dalam sambutannya mengajak generasi muda partai Golkar bisa meneladani semangat Raden Inten II yang meninggal dalam usia relatif belia pada usia 22 tahun. Kepahlawanan yang ditunjukkan Raden Inten II menjadi kesempatan generasi muda untuk lebih meningkatkan kecintaan pada tanah air dan bangsanya.

Tony Eka Chandra mengungkapkan, semangat perjuangan anak muda Lampung sudah ditunjukkan satu setengah abad lalu di Lampung dan menjadi contoh bahwa pemuda Lampung memiliki keberanian yang kuat dalam merebut kemerdekaan dari bangsa penjajah. Sebagai simbol perjuangan hingga wafat dan dimakamkam di bawah pohon cempaka yang ada di Benteng Cempaka maka generasi AMPG diminta meneladani semangat Raden Inten II.

“Generasi muda Golkar harus siap meneladani jiwa muda Raden Inten II yang tanpa mempedulikan nyawa demi kepentingan bangsa dan negaranya dan itulah kenapa haul akbar ini menjadi momentum AMPG untuk berbenah dan menjadi kebangkitan partai Golkar,”ungkap Tony Eka Chandra dalam rangkaian kegiatan Haul yang dipusatkan di pelataran benteng Cempaka Desa Gedongharta Kecamatan Penengahan, Kamis sore (6/10/2016)

Ia bahkan mengaku keteladanan Raden Inten II wajib menjadi tolok ukur bagi pemuda generasi Partai Golkar yang ada di DPD Lampung. Sebab meski hidup di era yang berbeda generasi muda pada zaman Raden Inten II memiliki semangat untuk maju dari beban kungkungan penjajah dan generasi muda saat ini harus maju dari kungkungan keterbelakangan pendidikan dan kemiskinan.

Hal senada juga diungkapkan anggota DPR RI asal Lampung dari Partai Golkar, Dwi Aroem Hediati yang hadir dalam peringatan haul akbar ke-160 tersebut. Ia berpesan momentum tersebut dapat digunakan untuk mengobarkan semangat memberi daripada menerima. Ia bahkan mengungkapkan Raden Inten II telah rela mengorbankan nyawa dan semua yang dimiliki untuk bangsa dan negara.

“Jadi generasi muda saat ini harus bisa bertanya apa yang bisa diberikan kepada bangsa dan negara dan semangat itu ada pada pahlawan Raden Inten II yang hari ini kita peringati wafatnya sekitar satu setengah abad lalu,”ungkap Dwi Aroem.

Dwi Aroem mengungkapkan bentuk penghormatan jasa Raden Inten II kini diabadikan dalam nama sejumlah jalan, bandara, lembaga pendidikan dan berbagai nama lembaga yang mengenang pengorbanan pahlawan muda Lampung tersebut. Ia berharap AMPG tidak melupakan semangat perjuangan pahlawan Raden Inten II dengan menjadi kader yang bersemangat dalam membesarkan partai Golkar.


Selain dihadiri oleh ratusan kader AMPG, haul Raden Inten II ke-160 juga dihadiri pejabat Polda Lampung, pejabat Pemprov Lampung dan pejabat dari Pemkab Lampung Selatan. Haul Raden Inten II tersebut diselenggarakan oleh keluarga, pemkab Lampung Selatan dengan dukungan dari AMPG dan simpatisan partai Golkar.

Kegiatan juga dihadiri keluarga besar Radin Inten II beserta Para punggawa Keratuan Darah Putih dan masyarakat Lamsel yang juga disi dengan menggelar zikir dan doa bersama di komplek makam Radin Inten II, Dusun Cempaka, Desa Gedungharta, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan.

Rangkaian kegiatan haul sebelumnya telah dimulai pada Rabu (5/10) dengan doa bersama dan zikir akbar. Acara tersebut diawali dengan Kias (Seni Sastra Lampung) yang berisi pesan-pesan untuk kaum muda atau ajakan yang berisi cerita-cerita tentang Radin Inten pada Masa perjuangannya. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari keluarga besar Keratuan Darah Putih yang menceritakan tentang sejarah singkat Raden Inten II.

Acara tersebut tak hanya dihadiri oleh keluarga Besar Keratuan Darah Putih dan masyarakat setempat saja. Namun turut hadir perwakilan dari berbagai suku, seperti Banten, Bugis, Klaten (Jawa), yang ada di Lampung Selatan dan perwakilan dari berbagai daerah turut serta hadir pada acara zikir dan doa bersama.

Budiman Yakub selaku yang mewakili keluarga keratuan darah putih menyampaikan, kegiatan ini diadakan karena memang bertepatan dengan wafatnya Radin Inten II. Dimana kegiatan ini rutin dilaksanakan khususnya pada 5 Oktober untuk setiap tahunnya.

"Saya  mewakili keluarga mengucapkan terimakasih kepada saudara-saudara yang telah hadir pada sore ini, mengingat acara ini merupakan bagian dari serangkaian acara peringatan wafatnya Raden Inten II yang akan diadakan pada di Lamban Balak Kuripan," ucapnya.

Budiman juga menambahkan, sebetulnya acara ini tidak hanya zikir dan doa bersama. Namun nanti acara besarnya akan dilaksanakan di Lamban Balak Kuripan. Untuk sementara ini memang dikhususkan untuk haul, zikir dan doa bersama saja, karna bertepatan wafatnya Raden Intan II pada 5 Oktober 1856.

Sementara itu, ketua panitia acara, Suhari Bathin Putera mengatakan, terkait acara yang akan dilaksanakan setelah haul dan pihak panitia akan melaksanakan dan membentuk panitia terlebih dahulu.


Dirinya selaku ketua panitia mengaku akan mengkoordinasikan dulu dengan penyeimbang adat dan keluarga besar, rencana acara ini akan mengadakan berbagai acara adat seperti, khuah lamban, nuhot, pekkekh, nyambai. Kemungkinan itu rangkaian yang akan dilaksanakan, dan berbagai adat istiadat budaya yang akan dilaksakanan.
[Henk Widi]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: