SABTU, 8 OKTOBER 2016

LARANTUKA --- Sebanyak ratusan hektar tanaman jambu mente (mente) mengalami gagal panen. Pasalnya, mente yang sedang berbunga diguyur hujan sehingga bunganya mengalami kehitaman dan gagal berbuah. Selain itu, buah mente juga berwarna kehitaman.


Demikian disampaikan Antonius Wain petani asal kecamatan Tanjung Bunga saat dihubungi Cendana News, Sabtu (8/10/2016). Dikatakan Anton sapaannya, seharusnya bulan Agustus sampai Oktober, petani akan memanen mente namun akibat hujan banyak pohon yang tidak berbuah.

“Pertengahan Agusutus saat mente sedang berbunga hujan pun turun dalam beberapa hari sehingga bunga mente jatuh dan hampir semua berwarna kehitaman sehingga tidak berbuah,” ujarnya.

Biasanya kata Anton,saat bulan September para petani sudah mulai memanen mente dan menjualnya kepada para pedagang asal India yang setiap tahun selalu menampung hasil mente petani di Flores Timur atau ke toko yang membeli hasil pertanian di Larantuka.

“Biasanya harganya sebellum dikupas berkisar antara 10 ribu sampai 15 ribu rupiah.Tapi karena hasil terbatas, tahun ini harganya sampai 35 ribu rupiah sekilogram,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Hendrikus Kein warga Solor yang dhubungi Cendana News, Sabtu (8/10/2016). Dikatakan Hendrik, hasil mente di pulau Solor juga menurun drastis akibat hujan yang selalu mengguyur saat mente sedang berbuah.


Bisanya satu pohon yang berusia 5 sampai 10 tahun kami bisa panen 50 sampai 100 kilogram namun tahun ini hasil panen lebih parah dibanding tahun 2015 lalu. Dalam satu pohon kami bisa dapat hasil 20 sampai 30 kilogram saja.

Hendrik yang mengaku memiliki kebun mente seluas satu hektar, hingga bulan September kemarin sudah mendapat hasil 20 ton saja. Hingga akhir Oktober 2016, dirinya memprediksi bisa mendapatkan hasil panen 30 ton saja.

“Biasanya kalau tidak hujan saya bisa panen sampai 100 ton. Ini yang membuat masyarakat malas membersihkan kebun mente mereka,” ungkapnya.

Disaksikan Cendana News saat berkunjung ke Flores Timur akhir September 2016, di kecamatan Tanjung Bunga yang merupakan salah satu sentra produksi mente, hampir semua bunga mente kering.

Beberapa petani yang ditanyai pun mengakui kondisi cuaca yang tidak menentu menyebabkan hasil panen mente selalu tidak stabil tergantung curah hujan. Bila mente sedang berbunga dan hujan turun maka bunganya akan jatuh dan buah mente akan berwarna hitam.

Jurnalis : Ebed De Rosary / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Ebed De Rosary

Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: