KAMIS, 13 OKTOBER 2016

MATARAM---Sebagai salah satu upaya melestarikan budaya penulisan mushaf Al-Qur'an dan rasa cinta terhadap Al-Qur'an di kalangan umat Islam, terutama di kalangan santriwan santriwati yang tersebar di seluruh Kabupaten Kota NTB.


Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar pencanangan Budaya Penulisan Mushaf Al-Qur’an yang diikuti 604 santri dari berbagai Pondok Pesantren (Ponpes) yang tersebar di NTB.

"Melalui kegiatan tersebut, kita ingin umat islam khususnya santriwan dan santriwati akan semakin mencintai Al-Qur'an, salah satunya melalui kegiatan penulisan mushaf Al-Qur'an" kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, H. Sulaiman Hamid di Islamic Center Mataram, Kamis (13/10/2016).

Dikatakan, Budaya Penulisan Mushaf Al-Qur’an yang diselenggarakan sekarang ini merupakan kegiatan pertama di Indonesia, atas inisiatif Menteri Agama.

Kegitan penulisan tersebut nantinya diharapkan akan menghasilkan dua mushaf Al-Qur’an. Satu mushaf akan dikirim ke Kementerian Agama pusat, yang satu lagi untuk arsip di Kemenag Provinsi NTB.

"Kegiatan tersebut dapat menumbuhkan motivasi yang kuat bagi santriwan dan santriwa dalam menulis Al-Qur’an. Sehingga, mushaf Al-Qur’an itu tetap terjaga hingga ke generasi-generasi selanjutnya" jelasnya.

Kegiatan tersebut digelar Kantor Wilayah kementerian Agama Provinsi NTB dalam rangka Gebyar Hari Santri, tanggal 22 Oktober 2016 mendatang.

Jurnalis : Turmuzi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Turmuzi
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: