KAMIS, 6 OKTOBER 2016

JAKARTA --- Suasana di dalam Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Hajjah Rangkayo Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, siang ini mendadak ramai terkait dengan kedatangan A.M. Fatwa, sebagai Ketua Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia beserta seluruh rombongan Anggota Badan Kehormatan DPD RI.

AM. Fatwa
A.M. Fatwa beserta seluruh Anggota Badan Kehormatan DPD RI tersebut rencananya akan menjenguk Irman Gusman, mantan Kertua DPD RI yang saat ini sedang menjalani masa tahanan sementara di Rumah Tahanan (Rutan) Guntur, kompleks Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya, Jakarta Pusat. Namun sesuai dengan aturan yang berlaku, mereka terlebih dahulu meminta izin kepada KPK untuk menjenguk Irman Gusman.

Sebelumnya diketahui, Irman Gusman yang pada saat itu masih menjabat sebagai Kertua DPD RI beberapa waktu yang lalu ditangkap dan diamankan oleh petugas KPK saat menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Rumah Dinas Ketua DPD RI yang terletak di Jalan Denpasar, Jakarta Selatan. Selain mengamankan Irman Gusman, KPK juga berhasil mengamankan barang bukti uang tunai sebesar 100 juta Rupiah.

KPK menduga bahwa uang tersebut merupakan uang suap pemberian dari sebuah perusahaan yang bergerak dalam ekspor-impor gula, uang tunai Rp. 100 juta sebagai "uang pelicin" untuk memuluskan permintaan tambahan alikasi kuota impor gula untuk Provinsi Sumatera Barat. Mereka rupanya mengganggap bahwa posisi jabatan Irman Gusman sebagai Ketua DPD RI mempunyai pengaruh sehingga bisa mempengaruhi Bulog dalam menentukan tambahan kuota impor gula dari luar negeri.

"Kedatangan saya sebagai Ketua Badan Kehormatan (BK) bersama dengan seluruh Anggota Badan Kehormatan DPD RI ke Gedung KPK hari ini adalah dalam rangka menjenguk Irman Gusman yang sampai saat ini masih menjalani masa tahanan sementara oleh KPK dan dititipkan di Rutan Guntur Pomdam Jaya, kunjungan ini sebenarnya merupakan salah satu bentuk kunjungan simpati atau persahabatan kepada Pak Irman Gusman" demikian kata A.M. Fatwa kepada wartawan di Gedung KPK, Kamis siang (6/10/2016).

A.M. Fatwa mengatakan "kemarin Badan Kehormatan DPD RI telah menyelenggarakan Rapat Paripurna Luar Biasa terkait dengan pemberhentian secara resmi Irman Gusman dari jabatannya sebagai Ketua DPD RI, saya sendiri yang menandatangani surat pemberhentian tersebut, sehingga dengan demikian terhitung mulai hari ini dan seterusnya dirinya sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketua DPD RI, otomatis segala hak dan kewajibannya sebagai Ketua DPD RI dinyatakan gugur" katanya kepada wartawan.

Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Eko Sulestyono


Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: