KAMIS, 6 OKTOBER 2016

MALANG --- Sakban Rosidi seorang pengamat pendidikan dan sekretaris eksekutif Universitas Islam Mojopahit menyebutkan, dalam kajian filsafat ilmu sosial ada beberapa ciri sosialitas manusia yang sebagian hampir sama dengan hewan, salah satunya adalah kesenangan untuk berkelompok. Namun hal ini tidak berlaku pada hewan soliter.


"Contohnya saja biri-biri atau domba yang dilepaskan di padang rumput, mereka cenderung akan berkelompok," sebutnya saat mengisi seminar nasional di Sasana Budaya Universitas Negeri Malang, Rabu (5/10/2016).

Ia melanjutkan, tetapi saat seekor harimau dilepaskan di padang rumput tersebut, maka domba-domba akan berhamburan untuk menyelamatkan dirinya masing-masing. Jenis perkumpulan ini adalah jenis perkumpulan yang dia akan merasa aman jika sudah ada temannya yang dimangsa.

"Jenis perkumpulan seperti inilah yang harus dihindari oleh manusia, karena seharusnya setiap perkumpulan harus bisa saling melindungi semua yang ada di dalamnya,"jelasnya. 


Kalau hanya berkelompok tanpa saling melindungi, tidak ada nilai tambah dalam perkelompokan tersebut.

"Jadi anak-anak, pelajar dan juga mahasiswa harus kita ajarkan dalam kehidupan berkelompok, bermasyarakat dan juga berkeluarga harus bisa melaksanakan fungsi perlindungan dan tidak saling menjerumuskan. Selain itu, dalam berkelompok juga harus bisa menghasilkan sesuatu,"pungkasnya.
[Agus Nurchaliq]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: