JUM'AT, 7 OKTOBER

CATATAN JURNALIS---Istilah sambang nusa atau kunjungan ke pulau-pulau merupakan istilah yang dikenal masyarakat terutama di wilayah kepulauan akan kehadiran personil kepolisian dalam hal ini polisi perairan. 

Sambang nusa ini selanjutnya menjadi agenda rutin lembaga Polri untuk mendekatkan diri dengan masyarakat terutama di wilayah yang tak terjangkau dan jauh dari daratan dengan berbagai persoalan yang ada baik administratif, hukum serta sosial. 

Berdasarkan catatan Jurnalis Cendana News beberapa kegiatan sambang nusa telah dilakukan di wilayah hukum Polda Lampung ke beberapa wilayah diantaranya Pulau Pisang di Kabupaten Pesisir Barat, Pulau Pasaran di Kabupaten Pesawaran, Pulau Sebuku, Pulau Sebesi, Pulau Rimay Balak dan beberapa pulau kecil lain di wilayah Kabupaten Lampung Selatan serta pulau pulau di wilayah Lampung yang berpenghuni diantaranya Pulau Kelagian, Pahawang, Pulau Legundi dan pulau pulau lain.


Kegiatan sambang nusa juga dilakukan oleh kesatuan dari polisi perairan Polda Lampung, polisi perairan Polres Lampung Selatan, Polres Lampung Barat serta langsung dari Mabes Polri yang juga menerjunkan KP Albatross 3001. Kehadiran anggota polisi tersebut cukup dirasakan manfaatnya oleh beberapa warga diantaranya di Pulau Rimau Balak dengan kegiatan sambang nusa yang menyasar kegiatan belajar siswa siswa SDN 5 Sumur Kecamatan Ketapang. Puluhan personil polisi dari Satpolair Lampung Selatan bahkan telah melakukan sosialisasi terkait fungsi polair di wilayah kepulauan dengan tidak lupa membagikan bingkisan bagi para siswa yang ada di sekolah terluar di Selat Sunda dengan membagikan tas, buku buku serta bahan bacaan bagi siswa siswa sekolah tersebut.



Kegiatan tersebut bagi masyarakat di pulau terluar merupakan "sapaan hangat" dan wujud kehadiran Polri yang diwakili oleh Satpolair dengan pendekatan yang cukup berkesan bagi masyarakat. Ada senyum kebahagiaan saat anggota anggota polisi tersebut hadir bersama mereka sebagai masyarakat yang selama ini bahkan jarang sekali menerima kehadiran pejabat pemerintah, instansi terkait untuk menyapa dan hadir bersama masyarakat yang ada di wilayah terpencil. Selain itu kehadiran polisi di wilayah pulau terluar sekaligus menjadi kesempatan untuk menerima hal hal baru terkait kondisi wilayah perairan yang selama ini dihadapi masyarakat diantaranya kondisi alam perairan, situasi kerawanan dan tindak kekerasan di perairan, serta upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh polisi dalam menjaga wilayah perairan.


Kehadiran polisi yang dialami masyarakat Pulau Sebuku, yang berada di gugusan Kepulauan Krakatau juga tergambar sebagai sebuah kerinduan untuk mengungkapkan betapa harapan untuk dikunjungi selalu ada. Masyarakat Pulau Sebuku yang berada di Teluk Bangkai sebagian menjadikan momen kehadiran polair sebagai sarana "curahan hati" masyarakat nelayan tradisional yang berhadapan dengan situasi kondisi alam belum lagi adanya aktifitas penangkapan ikan menggunakan bom ikan, alat tangkap besar yang pernah terjadi dan kadang menghilang saat ada aktifitas patroli polisi perairan. Masyarakat nelayan yang tinggal di pulau terpencil menjadikan momen kehadiran polisi untuk menanyakan persoalan persoalan hukum yang selama ini tidak diketahui terkait adanya aturan aturan baru terkait larangan menggunakan alat tangkap tertentu.


Selain itu,kehadiran polisi dalam kegiatan sambang nusa juga menurut komandan kapal KP Albatross 3001 dari Mabes Polri yang bertugas di perairan Lampung Selatan, AKP Buyung Widiyanto, sangat diperlukan karena sambang nusa merupakan tanda kehadiran polisi perairan di tengah masyarakat yang tinggal di pulau pulau terluar. Selain itu sambang nusa sekaligus upaya agar kehadiran penegak hukum dan masyarakat merasa diperhatikan  oleh pemerintah. Langkah konkrit kehadiran polisi di pulau terluar diantaranya dilakukan dengan menggelar kegiatan semisal pengobatan gratis, sunatan massal, pembagian sembako yang digagas oleh Polair bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat. Selain itu bantuan dalam bidang pendidikan telah dilakukan ke sejumlah sekolah yang ada di pulau terpencil untuk membantu siswa siswa yang mengenyam pendidikan di pulau terpencil.

Kehadiran polisi yang biasanya disertai dengan sosialisasi keamanan dan ketertiban di laut diantaranya mendengar keluhan masyarakat terkait adanya aktifitas mencurigakan di laut. Polair pun merespon dengan melakukan koordinasi dengan masyarakat yang tinggal di kepulauan terluar dengan adanya call center atau nomor telepon pengaduan jika masyarakat menemukan adanya kegiatan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak seperti bom ikan serta bahan bahan kimia selain itu adanya aksi kekerasan di laut yang dikenal dengan perompakan di jalur tertentu. Sebab selama ini masyarakat masih takut melakukan tindakan untuk mencegah kegiatan tersebut dengan alasan adanya ancaman atau bahkan membahayakan keselamatan diri sendiri jika berupaya mencegah kegiatan penangkapan ikan yang melawan hukum tersebut yang diantaranya sudah bisa ditangani.

Meski terus rutin dilakukan, kegiatan sambang nusa yang dilakukan oleh Polri dalam hal ini oleh Polair, masyarakat masih merindukan perhatian pemerintah yang diwujudkan dalam pembangunan infrastrukur bagi masyarakat di wilayah pulau diantaranya pembangunan dermaga sandar kapal, jalan jalan lingkungan yang selama ini masih kurang terperhatikan. Kehadiran Polri sekaligus menjadi sebuah titipan pesan oleh masyarakat agar pihak terkait dalam hal ini pemerintah lebih memperhatikan pembangunan di pulau terluar agar memperoleh hak yang sama dengan masyarakat yang juga tinggal di dekat pusat pemerintahan.

Sambutan positif adanya kegiatan sambang nusa tersebut juga ditambah dengan upaya Polri melakukan kegiatan Quick Wins yang merupakan program khusus terkait sosialisasi penegakan hukum dan paham radikalisme, komunisme dan terorisme (RKT) serta anti Pancasila. Kegiatan ini menyasar masyarakat yang tinggal di kepulauan yang selama ini masih kurang mendapat sosialisasi adanya paham paham tersebut dan langkah polisi diantaranya mengemas dengan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Berdasarkan catatan, kegiatan Quick Wins yang dilakukan oleh Polda Lampung melalui Ditpolair diantaranya sosialisasi anti paham RKT yang dilakukan di Pulau Rimau Balak, Desa Sumur, Pulau Sebesi dengan menghadirkan masyaraakt baik di kalangan remaja dan orangtua. Meski merupakan kegiatan sosialisasi namun Polri juga memberikan sebuah solusi dan juga arahan kegiatan positif untuk menjauhkan masyarakat dari bahaya paham RKT juga penyalahgunaan narkotika dan obat obatan terlarang dengan kegiatan olahraga.

Upaya tersebut secara konkrit dilakukan dengan memberikan bantuan sarana olahraga diantaranya bola volley, net, seragam olahraga ditambah sepatu dan kaos tim baik sepakbola maupun voley. Selain itu meningkatkan nasionalisme polisi juga membagikan bendera merah putih yang bisa dipasang pada perahu perahu milik masyarakat nelayan. Dalam hal rohani peningkatan kerohanian diwujudkan dengan memberikan bantuan sarana ibadah diantaranya mukena, kopiah, sajadah, sarung dan Alquran.

Upaya yang dilakukan Polri untuk menjangkau wilayah wilayah terpencil tidak saja memberi dampak positif bagi masyarakat yang selama ini kurang terperhatikan. Selain itu catatan penulis kegiatan tersebut meringankan tugas polisi dalam hal penegakan hukum dengan sosialisasi kesadaran hukum di wilayah perairan akan menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayah perairan. Selain memberi dampak positif dalam sisi ekonomi dimana masyarakat nelayan yang tinggal di wilayah perairan bisa mencari penghasilan dengan menangkap ikan tanpa gangguan juga memberi pemahaman terkait paham paham yang dilarang untuk tidak diikuti. 

Kegiatan Sambang Nusa, Quick Wins masih merupakan harapan masyarakat pulau terluar akan eksistensi Polri yang terus berbenah untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Menjadi pengayom dan pelindung masyarakat tanpa terkecuali masyarakat yang tinggal di wilayah pulau terluar dan diemban tugasnya oleh para bhayangkara perairan, polisi perairan. Selain dirindukan masyarakat perairan tugas yang berat para anggota polisi perairan dalam mengamankan laut dari aksi pencurian ikan merupakan upaya melindungi aset negara yang kaya dan menjadi sumber penghasilan nelayan setempat.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Henk Widi


Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: