SELASA, 4 OKTOBER 2016

BATU --- Membatik bukanlah perkara yang mudah, apalagi jika dilakukan oleh anak-anak. Butuh ketelatenan, ketelilitian dan kehati-hatian dalam menggoreskan lilin diatas selembar kain. Selain itu dibutuhkan pula ide-ide kreatif untuk dapat menghasilkan sebuah motif yang menarik. Namun dengan ketekunan dan keinginan untuk terus berlatih, Sasa Rossika Indah (10) siswi kelas IV Sekolah Dasar (SD) Sisir II ini justru tertantang untuk menekuni dunia membatik.


Saat di temui Cendana News di Galeri Raos, Sasa terlihat serius mencanting dan menorehkan lilin di atas permukaan sebuah kain putih. Di galeri tersebut, terdapat tiga buah Batik karyanya yang turut di pamerkan dalam pameran Batik untuk memeriahkan hari Batik. Motif karya Sasa yang di pamerkan yakni topeng, apel dan motif Alun-alun kota Batu.
.
"Saya mulai belajar membatik sejak kelas dua SD hingga sekarang kelas empat," ucapnya.

"Sejak dulu dirinya memang sudah suka menggambar dan mewarnai serta sering menjuarai lomba. Ia juga suka melihat orang memegang canting," cerita anak ketiga dari tiga bersaudara ini sambil terus membatik.


Hal senada juga disampaikan Ibu Ika, orangtua Sasa. Menurutnya, meskipun dalam keluarganya tidak ada yang berdarah seni, bakat Sasa dalam seni menggambar justru sudah terlihat sejak kecil.

"Sasa kecil sering mengikuti lomba menggambar dan menjadi juara. Dari situ kemudian saya arahkan Sasa untuk menggambar diatas kain yaitu dengan cara membatik. Alhamdulillah ternyata anaknya juga suka saya ikutkan membatik," ungkapnya.

Sudah dua tahun ini Sasa belajar membatik di Anjani Batik Galeri. Selama dua tahun tersebut, Sasa setidaknya sudah menghasilkan kurang lebih tujuh motif Batik, yang tiga diantaranya ikut dipamerkan di Galeri Raos.

"Sasa biasanya berlatih membatik setiap hari Kamis dan Sabtu sepulang sekolah hingga pukul lima sore. Disitu, biasanya ia di ajarkan untuk mencanting, mewarna maupun mensketsa motif Batik," ucap ibu tiga anak ini.


Ika melanjutkan, Batik-batik karya Sasa untuk sementara belum ada yang dijual. Biasanya hanya digunakan sendiri maupun untuk keluarga.

"Saya dan ayahnya sangat mendukung Sasa untuk menekuni dunia membatik dan berharap kedepannya Sasa bisa berprestasi dan bisa membuka usaha Batik sendiri," pungkasnya.
[Agus Nurchaliq]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: