RABU, 5 OKTOBER 2016

PONTIANAK --- Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan tumbuh satwa liar atau TSL Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat kembali menyita satwa yang dilindungi Undang-Undang. Hal itu adanya pemahaman dan sosialisasi yang terus menerus dilakukan BKSDA pada masyarakat soal tidak diperbolehkan memelihara serta memperniagakan hewan dilindungi. 


Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Sustyo Iriono mengklaim, semakin hari masyarakat sadar. Namun demikian, pihaknya tetap tidak ada hentinya melakukan pemantauan di lapangan. Tujuanya adalah memantau dan memastikan ada tidaknya hewan yang dilindungi Undang-Undang konservasi dan ekosistemnya.

Sustyo Iriono mengklaim, penyerahan satu ekor kukang ini tanpa adanya perlawanan ataupun paksaan.  

“Penyerahan satwa secara sukarela dari masyarakat kepada petugas BKSDA Kalimantan Barat dalam hal ini Tim Gugus Tugas Evakuasi Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar,” kata Sustyo Iriono.

Jenis satwa itu adalah kukang (Nycticebus coucang) yang berjumlah jumlah 1 ekor dengan umur  2 tahun, dan kenis kelamin  jantan. 

“Kondisi satwa sehat,” ujar Sustyo Iriono.

Dikatakan Sustyo Iriono, satwa ini berasal dari penyerahan masyarakat bernama Effendi. Diketahui berlamat di Jalan DR Wahidin, Gang  Sepakat 7 No. 53, Kota Pontianak.

“Keterangan yang didapat bahwa satwa diperoleh oleh Nurdin (teman Effendi) di sekitar areal belakang rumahnya 2 minggu yang lalu,” ucap Sustyo Iriono.

Disebutkan Sustyo Iriono, untuk jenis satwa kukang selama ini merupakan satwa favorite peliharaan warga. 

“Ini merupakan penyerahan secara sukarela dari masyarakat yg ke 17 selama kurun waktu tahun 2016 sampai dengan hari ini. Hal ini mengindikasikan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kelestarian satwa di habitat alamnya, serta pertimbangan animal walfare (tercatat ada beberapa jenis satwa lain yang dilindungi yang juga diserahkan secara sukarela),” ujar Sustyo Iriono.


Sustyo Iriono menjelaskan, sekaligus mencerminkan hasil dari upaya kegiatan konservasi, baik secara preventif - persuasif (Patroli, Sosialiasi - Penyuluhan) maupun represif (penegakan hukum) yang selama ini terus dilakukan.

“Saat ini, satwa diamankan di kandang Transit Balai KSDA Kalimantan Barat untuk selanjutnya rencana akan dititiprawatkan dan direhabilitasi di YIARI Ketapang,” kata Sustyo Iriono. 
[Aceng Mukaram]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: