SABTU, 8 OKTOBER 2016

LAMPUNG --- Kondisi cuaca yang belum membaik dengan gelombang tinggi yang kerap berubah-ubah membuat sejumlah pengelola tempat wisata mengeluarkan himbauan. Himbauan tersebut diantaranya dengan tidak melakukan aktifitas renang melebihi batas yang telah ditetapkan dengan ditandai bendera merah serta diharuskan menggunakan pelampung. Salah satu pengelola tempat wisata di Pantai Teluk Nipah, Andi, mengungkapkan sudah ada papan pengumuman untuk pengunjung agar tidak berenang dalam kondisi cuaca tidak ramah. Selain itu bagi orangtua yang mengajak putera puterinya bermain di pantai agar melakukan pengawasan dan mengindahkan batas-batas yang ditetapkan.


Ombak besar yang sempat melanda sebagian wilayah pesisir pantai di Lampung, bahkan sebelumnya mengakibatkan beberapa siswa nyaris terseret di Pantai Teluk Nipah beberapa waktu lalu. Tiga siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) tersebut langsung dievakuasi setelah nyaris terseret ombak akibat tidak bisa berenang dan kondisi gelombang dalam keadaan tidak ramah. Beberapa rekan siswa yang nyaris tenggelam berhasil melemparkan tiga batang bambu yang digunakan untuk pelampung dan ketiga siswa diselamatkan meski dalam kondisi shock. Pengelola tempat wisata Teluk Nipah bahkans selalu mengingatkan agar pengunjung mengindahkan peraturan yang ada dan tetap memperhatikan keselamatan pengunjung yang lain.

"Banyak sekali plang pengumuman dengan cat warna kuning untuk memperingatkan pengunjung karena wisata ke pantai sebetulnya tidak harus mandi atau berenang karena masih bisa menikmati pemandangan terutama dalam kondisi cuaca tidak baik akhir akhir ini," terang Andi saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (8/10/2016).


Ia mengaku larangan berenang tersebut bukan berarti larangan bermain di pantai melainkan memperhatikan faktor keselamatan wisatawan yang berkunjung di pantai. Ia juga mengungkapkan spot wisata pantai masih bisa digunakan menikmati pemandangan diantaranya bermain pasir, menikmati tebing-tebing dengan ombak yang menghantam pantai serta sebagian bisa menikmati buah kelapa muda yang banyak terdapat di tepi pantai. Selain itu bagi wisatatawan yang tetap ingin berenang dihimbau tidak melebihi bendera atau pelampung hijau yang merupakan tanda batas boleh berenang sementara tanda merah merupakan area berbahaya.

Dampak cuaca buruk terutama di wilayah pantai hingga akhir pekan ini dihimbau oleh para pengelola tempat wisata mengingat akhir pekan sejumlah tempat wisata pantai masih menjadi rujukan. Meski dalam kondisi ombak yang relatif besar sejumlah tempat wisata masih tetap dibuka meski sebagian memberikan larangan untuk berenang di laut dan memberi pilihan bermain di sekitar pantai berpasir.


Akibat cuaca buruk terutama angin kencang dan gelombang tinggi sebelumnya
seorang nelayan mengalami insiden kapal kelotok terbalik. Kapal pengangkut pisang dengan penumpang dua orang, Syarifudin (40) dan Jaya Wijaya (13) tersebut terbalik akibat terjangan ombak yang cukup tinggi di perairan Selat Sunda. Beruntung keduanya berhasil diselamatkan oleh Kapal Polisi (KP) Albatross 3001 milik Mabes Polri yang berada di perairan antara Pulau Tempul dan Pulau Rimau Balak. Kondisi cuaca yang tak baik tersebut selain membahayakan masyarakat nelayan juga membahayakan pengunjung sejumlah tempat wisata yang ada di Lampung Selatan.

Komandan KP Albatroos 3001, AKP Buyung Widiyanto mengungkapkan himbauan kepada nelayan di sejumlah pantai di wilayah pesisir dilakukan untuk menghindari nelayan mengalami insiden kecelakaan di laut. Selain itu ia juga mengaku selalu berkoordinasi dengan masyarakat, badan SAR serta instansi terkait yang berhubungan dengan keselamatan di pantai.

"Kami juga selalu siap sedia membantu setiap kejadian yang memerlukan pertolongan segera terutama kejadian kecelakaan di laut selama kapal kami bertugas di perairan Lampung,"ungkapnya.

Selain pengelola tempat wisata yang mengingatkan pengunjung akan kondisi ombak besar. Kejadian akibat dampak ombak besar disertai angin kencang juga sempat menimpa sebuah kapal roll on roll off (Roro) yang terpaksa ditarik dengan kapal Tug boat akibat nyaris terbawa arus dan terdampar di Pulau Rimau Balak sebelum bersandar di dermaga Pelabuhan Bakauheni. Cuaca ekstrem tersebut diperkirakan masih akan terjadi terutama jelang sore hingga malam hari.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Henk Widi
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: