SELASA, 18 OKTOBER 2016

JAKARTA --- Bertempat Gedung III Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat, Jalan Dr. Soetomo, Pasar Baru, Jakarta Pusat, BPS kembali merilis perkembangan nilai tukar eceran mata uang Rupiah sepanjang bulan September 2016 terhadap 4 mata uang asing yang paling banyak diperdagangkan di Indonesia, antara lain mata uang Dolar Amerika (US Dolar), Yen Jepang (JPY), Dolar Australia (AUD) dan mata uang negara-negara Uni Eropa (Euro).


Perkembangan nilai tukar eceran Rupiah pada bulan September 2016 tercatat terapresiasi (menguat) sebesar 2,27 % terhadap Dolar Amerika (USD). Rata-rata level tertinggi secara nasional kurs tengah eceran Rupiah terhadap Dolar Amerika terjadi pada minggu keempat bulan Juli 2016 yang mencapai Rp. 12.937 per 1 USD. Sedangkan menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mencapai Rp. 12.821 per 1 USD pada minggu keempat bulan September 2016.

Sementara itu, perkembangan nilai tukar eceran Rupiah rupanya juga terapresiasi (menguat) terhadap Dolar Australia (AUD) pada bulan Juli 2016, Rata-rata level tertinggi secara nasional kurs tengah eceran Rupiah terhadap Dolar Australia terjadi pada minggu kedua bulan September 2016 yang mencapai  Rp. 9.858,18 per 1 AUD. Sedangkan menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara)  yang mencapai Rp. 9.443,00 per 1 AUD yang  terjadi pada minggu kedua bulan September 2016.

Sedangkan perkembangan nilai tukar eceran Rupiah juga terapresiasi (menguat) terhadap Yen Jepang (JPY) pada bulan Seprember 2016, Rata-rata level tertinggi secara nasional kurs tengah eceran Rupiah terhadap Yen Jepang terjadi pada minggu pertama bulan September 2016 yang mencapai Rp. 128,05 per 1 JPY. Sedangkan menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mencapai Rp. 121,50 per 1 JPY yang terjadi pada minggu kedua dan minggu keempat bulan September 2016.

Perkembangan nilai tukar eceran Rupiah rupanya juga terapresiasi (menguat) terhadap mata uang negara-negara Uni Eropa (Euro) yaitu sebesar 2.00 %, level tertinggi Rata-rata kurs tengah Rupiah terhadap  Euro terjadi pada minggu keempat  bulan September 2016 yang mencapai Rp. 14.502,15 per 1 Euro. Sedangkan menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah Rupiah terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah yang mencapai Rp. 14.218,50 per 1 Euro pada minggu pertama bulan September 2016.

"Secara keseluruhan, bisa dikatakan perkembangan nilai tukar eceran mata uang Rupiah sepanjang bulan September 2016 terhadap beberapa mata uang asing cenderung terapresiasi atau menguat, misalnya terhadap Dolar Amerika (USD), Yen Jepang (JPY) dan mata uang negara-negara Uni Eropa (Euro) dan mata uang Australia Dolar (AUD)" demikian dikatakan Suhariyanto, Kepala BPS Pusat, saat jumpa pers di kantornya, Senin siang (17/10/2016).

Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Eko Sulestyono
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: