SABTU, 8 OKTOBER 2016

SUMENEP --- Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, meminta pihak gudang pembelian tembakau tidak serampangan menutup, sehingga sebelum melakukan penutupan atau tidak lagi ingin membeli tembakau terlebih dahulu harus memberitahukan. Karena sampai sekarang serapan tembakau dikalangan petani masih belum maksimal secara keseluruhan.


Sedangkan saat ini daerah ujung timur Pulau Madura sudah mulai turun hujan, maka apabila para pemilik gudang pembelian tembakau ingin menutupkan alangkah baiknya memberitahukan terlebih dahulu. Supaya nanti petani tidak merasa dirugikan, karena jika tiba-tiba tutup tanpa ada pemberitahuan sebelumnya itu akan menimbulkan masalah yang kurang baik dilingkungan petani, karena sampai sekarang masih banyak tanaman tembakau yang belum panen.

“Kita sudah mendatangi kalau mau tutup gudang sebaiknya memberitahukan seminggu sebelumnya, jadi paling tidak ada kesempatan petani dalam lima hari itu untuk bisa panen tembakaunya. Tetapi sampai sekarang belum ada gudang yang tutup, itu biasa agar petani segera memanen tembakaunya,” kata Joko Suwarno, Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sumenep, Sabtu (8/10/2016).  


Disebutkan, bahwa pernyataan pihak gudang pembelian tembakau yang akan tutup ketika turun hujan tersebut hanya untuk menakut-nakuti petani agar secepatnya bisa panen, sehingga mereka bisa membeli tembakau petani dengan harga murah. Maka dari itu pihaknya dalam waktu dekat akan turun kegudang/ guna meminta kebijakan kepada pihak gudang terkait tata niaga tembakau di daerah ini.

“Terus terang sekarang sampai sekarang pemilik gudang masih kekurang stok tembakau, makanya dengan kondisi apapun pasti mereka beli tembakau. Jadi bagaimana mereka itu bisa mensiasati digudang itu sendiri,” jelasnya.


Pihaknya berharap dengan datangnya musim hujan yang terjadi di daerah ini pihak gudang pembelian tembakau juga ikut memikirkan nasib para petani tembakau, sehingga mereka tidak mengalami kerugian yang cukup besar.


Jurnalis : M. Fahrul / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : M. Fahrul

Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: