SELASA, 4 OKTOBER 2016

SINGKAWANG --- Karena sering membolos dan pernah mendapat informasi bahwa putrinya suka menghirup lem, SS (15 ) yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP ) di Kota Singkawang, Kalimantan Barat diikat kakinya oleh orang tuanya, JKM.

“Karena khawatir putrinya bertambah nakal, maka JKM memilih jalan pintas mengikat kaki putrinya dengan rantai  di dalam kamar rumahnya ukuran 1.5 x 2 meter,” kata Kepala Kepolisian Resor Singkawang, Ajun Komisaris Besar Polisi Sandi Alfadien Mustofa di Singkawang, Selasa (4/10/2016).

Peristiwa ini diketahui ketika anggota piket di Mapolers Singkawang, menerima informasi melalui pesan singkat atau SMS yang menyatakan dirinya dirantai dalam sebuah rumah dan sudah sebulan lebih lamanya.

Setelah mendapat informasi lengkap seperti itu, Polisi yang sedang piket langsung menghubungi Reserse dan Unit PPA langsung menuju lokasi untuk mengecek kebenaran imformasi yang diterimannya.

“Setelah dicek ternyata benar ditemukan seorang anak perempuan berinisial SS sedang dalam kondisi terikat rantai dalam kamar ukuran 1.5 x 2 meter, kemudian yang bersangkutan dibawa Ke Mappolres Singkawang bersama paman  korban  untuk dimintai keterangannya,” ucapnya.

Kepala Kepolisian Resor Singkawang, Ajun Komisaris Besar Polisi Sandi Alfadien Mustofa menyebut, untuk menindaklanjuti hasil temuan Tim kusus tersebut, pihaknya langsung menghubungi orang tua korban untuk datang ke Mapolres Singkawang.

“Mengamankan korban di  Unit PPA. Memeriksa saksi saksi yang mengetahui duduk permasalahan yang sebenarnya, memeriksa kesehatan korban dan mengkordinaaikan dengan Instansi terkait,” ucapnya. 
[Aceng Mukaram]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: