SELASA, 11 OKTOBER 2016

MAUMERE --- Para pedagang dan pembeli di pasar Alok yang merupakan pasar terbesar di kabupaten Sikka sudah berulangkali meminta agar Pemda Sikka dalam hal ini dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) Kabupaten Sikka memperbaiki sarana MCK yang rusak.


Usulan yang disampaikan lewat asossiasi pedagang maupun lewat pengelola pasar yang berkantor di Pasar Alok juga dilakukan namun permintaan tersebut tak kunjung ditindaklanjuti oleh pemerintah.

“Pedagang sudah sering keluhkan hal ini namun dinas Perindag belum juga memperbaiki MCK atau membangun yang baru,” kata Siprianus Raka.

Sipri sapaan pedagang sayur di Pasar Alok ini kepada Cendana News, Selasa (11/10/2016) mengakui, MCK di sisi timur yang masih beroperasi hanya memiliki 4 kamar mandi dan WC yang masih berfungsi.Pedagang yang menginap di pasar dan hendak mandi juga merasa sangat kesulitan.

“Ruangan los pasar sudah dibangun megah dan ada juga kamar mandi dan WC-nya namun itu juga sangat terbatas sebab di sebelah timur dan barat juga banyak yang rusak,” bebernya.

Laurensius Bura pedagang lainnya juga mengeluhkan hal serupa. Menurutnya, sebuah bangunan dengan 4 buah kamar  WC di sebelah barat yang baru dibangun sekitar bulan Desember 2016 pun bernasib sama,rusak berat.



Pedagang ikan dan sayuran yang berada persis di belakang bangunan MCK lanjutnya sangat kesulitan dan banyak yang menumpang mandi dan buang air besar di rumah warga yang berada di sebelah barat pasar.

“Bangunan yang lama yang berhadapan dengan bangunan baru pun kondisinya sama saja,tidak bisa diperbaiki.Belum lagi di sampingnya sampah sering menumpuk dan menyebabkan bau menyengat,’ kesalnya.

Geradus Manyela,penjaga MCK di pasar Alok saat ditanyai mengakui kondisi ini.Satu bangunan dengan dua kamar mandi sekaligus WC yang dibangun tahun 2012 juga sudah tidak bisa dipakai setelah 3 bulan dibangun.

Lanjut Geradus,saluran lubang penampung kotorannya penuh. Dari 10 kamar di 3 bangunan di sebelah timur ungkap Geradus yyan bisa dipakai hanya 4 kamar saja. Yang masih bisa dipakai juga sering bermasalah.

“Bapak bisa lihat sendiri,pipa paralon cuma ditanam 3 sentimeter dari lantai sehingga tidak lama pecah dan saya harus ikat sendiri pakai ban dalam bekas karena kotorannya mengalir di lantai,” terangnya.

Disaksikan Cendana News,kondisi mengenaskan pun terlihat saat mengecek kondisi MCK.Dua kamar MCK di sebuah bangunan baru dibiarkan tertutup oleh kayu api dan tumpukan tempurung kelapa.


Sementara itu 4 kamar di bangunan di bagian tengah yang bisa dipergunakan kondisinya sangat mengenaskan. Pipa paralon untuk mengalirkan kotoran pecah dan ditutup memakai kayu usai diikat menggunakan potongan ban dalam sepeda motor.

Sebuah wastafel di tembok juga sudah tidak tersedia dan terlihat bekas dicongkel karena pipa air ke wastafel tersebut sudah tidak berfungsi. Para pedagang dan pembeli terlihat antri di luar bangunan akibat terbatasnya MCK yang ada.

Jurnalis ; Ebed De Rosary / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto ; Ebed De Rosary

Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: