SENIN 31 OKTOBER 2016 

SOLO --- Ratusan warga yang berasal dari tiga desa di Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, mendatangi sebuah perumahan yang dibangun di lingkungan masyarakat setempat. Warga yang mayoritas petani ini menuding pihak pengembang sebuah perumahan di wilayah setempat memperkecil dan mengalihkan sungai yang selama ini menjadi saluran irigasi.
                                                                 
 
                                    
Warga mengaku sudah berulang kali memprotes namun hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya. "Selain menjadi saluran irigasi di tiga desa, sungai ini untuk menopang air saat hujan. Akibatnya diperkecil dan dialihkan banyak warga yang kebanjiran," ucap juru bicara warga Sarjono kepada Cendana News, Senin pagi (31/10/16). 

Tiga desa yang terdampak akibat saluran sungai dipindahkan dan diperkecil itu adalah Desa Singopuran, Desa Pabelan, dan Desa Gonilan. Sungai yang semula selebar 5,5 meter, sejak dibangun perumahan sungai dialihkan dan saat ini hanya 1,8 meter. Tak hanya itu, akses yang semula di pinggir sungai yang digunakan petani, saat ini juga sudah dihilangkan dan tertutup untuk warga. 


"Kami sejak perumahan dibangun warga sudah memprotes, tapi belum ada tindakan.  Sungai ini menjadi satu-satunya yang diandalkan petani untuk pengairan," lanjutnya. 

Aksi protes warga ini kian membesar. Kalangan DPRD setempat pernah menyambangi lokasi pengembangan perumahan yang menutup saluran irigasi tersebut. Tetapi, hingga saat ini aspirasi warga tidak pernah digubris. "Sungai yang diperkecil dan dialihkan itu sepanjang 400 meter. Ini berdampak warga yang ada di hilir maupun sekitar aliran itu kebanjiran akibat saluran saat ini tidak mampu menampung debit air," tambah Sumino warga lain. 

Ironisnya, adanya aksi keberatan warga ini tidak ada sama sekali dari pengembang perumahan yang hadir dilokasi dan menanggapi warga. Bahkan, pejabat setempat seperti Kepala Desa dan Camat Kartasura juga tidak menampakkan diri. 

Jurnalis : Harun Alrosid / Editor : Irvan Sjafari / Foto : Harun Alrosid
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: