JUM'AT, 7 OKTOBER 2016
  
SAMPANG --- Akibat kerusakan server serta kosongnya blangko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, membuat proses penuntasan kartu identitas tersebut terhambat. Sehingga masyarakat yang telah mengajukan untuk melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) tersebut akhirnya tidak bisa dicetak, akibatnya masyarakat hanya diberikan surat keterangan tanda penduduk sementara oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) daerah setempat.


Rusaknya server dan kosongnya blangko sudah terjadi pada bulan lalu, akibatnya pengajuan perekeman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) tersebut tidak bisa dilaksanakan sesuai harapan, karena server untuk mengirim data pemohon Kartu Tanda Penduduk (KTP) tidak berfungsi. Maka pelayanan proses penuntasan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) terganggu.

“Jadi kerusakan dan kosongnya blangko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di daerah ini sudah berjalan hampir satu bulan, namun kalau masalah itu bukan hanya terjadi di daerah ini, melainkan daerah lain juga mengalami hal sama. Maka dengan itu akan menghambat terhadap prosesn penuntasan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) disini,” kata M. Zuhri, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sampang, Jumat (7/10/2016).

Disebutkan, bahwa dengan rusaknya yang membuat pengiriman data terganggu , maka setiap data pemohon Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di berbagai wilayah kecamatan di daerah ini tidak bisa masuk, sehingga untuk mencetak Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) tersebut tidak bisa dilakukan. Karena data pemohon yang telah dikirim ke pusat harus terbaca apabila ingin dilakukan pencetakan.

“Dengan masalah ini adminitstrasi kependudukan dan perekeman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di berbagai kecamatan terganggu, akibatnya Nomor Induk Kependudukan (NIK) tidak masuk ke pusat. Nanti kalau sudah masuk semua otomatis bisa tercetak, ini kan masih dalam perbaikan, mungkin dalam waktu dekat sudah bisa normal kembali,’ jelasnya.

Sedangkan untuk mengenai kekosongan blangko pihaknya di daerah tidak bisa berbuat banyak, karena blangko tersebut sudah diberi jatah oleh pemerintah pusat. Sehingga di daerah hanya menerima blangko sesuai yang telah ditentukan. Namun pihaknya tetap berupaya semaksimal mungkin bagaimana masyarakarat secara keseluruhan bisa melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP),  agar pada saat batas perekaman berakhir tidak lagi ada warga yang tidak terekam. (M. Fahrul)
Attachments area

SAMPANG --- Akibat kerusakan server serta kosongnya blangko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, membuat proses penuntasan kartu identitas tersebut terhambat. Sehingga masyarakat yang telah mengajukan untuk melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) tersebut akhirnya tidak bisa dicetak, akibatnya masyarakat hanya diberikan surat keterangan tanda penduduk sementara oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) daerah setempat.

Rusaknya server dan kosongnya blangko sudah terjadi pada bulan lalu, akibatnya pengajuan perekeman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) tersebut tidak bisa dilaksanakan sesuai harapan, karena server untuk mengirim data pemohon Kartu Tanda Penduduk (KTP) tidak berfungsi. Maka pelayanan proses penuntasan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) terganggu.

“Jadi kerusakan dan kosongnya blangko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di daerah ini sudah berjalan hampir satu bulan, namun kalau masalah itu bukan hanya terjadi di daerah ini, melainkan daerah lain juga mengalami hal sama. Maka dengan itu akan menghambat terhadap prosesn penuntasan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) disini,” kata M. Zuhri, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sampang, Jumat (7/10/2016).

Disebutkan, bahwa dengan rusaknya yang membuat pengiriman data terganggu , maka setiap data pemohon Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di berbagai wilayah kecamatan di daerah ini tidak bisa masuk, sehingga untuk mencetak Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) tersebut tidak bisa dilakukan. Karena data pemohon yang telah dikirim ke pusat harus terbaca apabila ingin dilakukan pencetakan.

“Dengan masalah ini adminitstrasi kependudukan dan perekeman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di berbagai kecamatan terganggu, akibatnya Nomor Induk Kependudukan (NIK) tidak masuk ke pusat. Nanti kalau sudah masuk semua otomatis bisa tercetak, ini kan masih dalam perbaikan, mungkin dalam waktu dekat sudah bisa normal kembali,’ jelasnya.

Sedangkan untuk mengenai kekosongan blangko pihaknya di daerah tidak bisa berbuat banyak, karena blangko tersebut sudah diberi jatah oleh pemerintah pusat. Sehingga di daerah hanya menerima blangko sesuai yang telah ditentukan. Namun pihaknya tetap berupaya semaksimal mungkin bagaimana masyarakarat secara keseluruhan bisa melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP),  agar pada saat batas perekaman berakhir tidak lagi ada warga yang tidak terekam. 

Jurnalis : M. Fahrul / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : M. Fahrul
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: