SABTU, 8 OKTOBER 2016

YOGYAKARTA --- Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto, mengingatkan kepada seluruh kadernya untuk lebih menguatkan lagi basis kader partai di tingkat desa. Suara Golkar adalah Suara Rakyat, mengisyaratkan Partai Golkar harus kembali kepada rakyat. Kader partai di desa adalah ujung tombak dan panglima perjuangan partai.


Hal demikian diungkapkan Setya Novanto saat membuka Musyawarah Daerah DPD Partai Golkar Kabupaten Bantul di Yogyakarta, Sabtu (8/10/2016). Setya mengatakan, sejak rekonsiliasi Partai Golkar, konsolidasi partai harus terus dilakukan. Tidak hanya di tingkat pusat, namun juga di tingkat daerah hingga ke desa-desa di tingkat kecamatan dan kelurahan. 

Setya yang mengaku telah berkeliling ke 29 provinsi dalam 100 hari ini dan Bantul di DI Yogyakarta merupakan provinsi yang ketigapuluh yang dikunjunginya selama ini, juga menekankan kegiatan-kegiatan partai tidak harus dilangsungkan di hotel-hotel mewah. Sebaliknya, kegiatan partai sebaiknya dilakukan di desa-desa, karena Golkar adalah Suara Rakyat, sehingga saat ini diharapkan semua kader di semua tingkat lebih mendekatkan diri dan kembali kepada rakyat. 


Sesuai Sapta Krida Partai Golkar, kata Setya, konsolidasi partai di tingkat desa menjadi penting dilakukan karena kader partai di desa merupakan ujung tombak dan panglima perang perjuangan partai. Karenanya, Setya meminta kepada siapa pun yang nanti terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Bantul harus lebih sering menyambangi kadernya di desa-desa. 

Selain itu, sapta krida juga mengamanatkan untuk memberi peranan lebih besar kepada DPD Tingkat I dan II, khususnya dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah, yang ditargetkan Golkar harus mampu memenangkan 60 Persen Pilkada di seluruh Indonesia. Setya mengingatkan, siapa pun bakal calon kepala daerah akan ditetapkan sebagai calon jika berdasar survey calon tersebut memiliki elektabilitas yang tinggi.

"Haryadi Suyuti ditetapkan sebagai calon Wali Kota Kota Yogyakarta dari Partai Golkar karena elektabilitasnya yang tinggi yang berdasar survey mencapai angka 52 Persen", ujar Setya. 


Partai Golkar, tegas Setya, juga bukan lagi partai tua. Partai Golkar adalah partai anak muda, yang saat ini pun sedang membentuk 1 Juta Kader untuk disiapkan sebagai saksi-saksi di semua TPS, dilengkapi fasilitas litbang berbasis Teknologi Komunikasi dan Informasi. Karenanya, regenerasi partai menjadi salah satu program penting yang harus segera dilakukan.

Setya mengingatkan pula, bahwa kebijakan partai menetapkan untuk mendukung semua program Pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dikatakan Setya, dari 46 Juta Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia yang menjadi program pemberdayaan dan pengembangan kesejahteraan masyarakat, sebanyak 99, 6 Persennya berada di Bantul. Sebagai program Pemerintah, kata Setya, hal itu pun juga harus didukung penuh.

Dalam Musyawarah Daerah IX DPD Golkar Bantul yang dihadiri sejumlah pimpinan DPD Tingkat I dan II, Muspida dan Muspika setempat, Setya juga menyatakan, garis kebijakan Partai Golkar adalah mendukung pemenangan Presiden Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden 2019 nanti.

"Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar memutuskan untuk lebih awal menentukan sikap dan dukungan kepada Joko Widodo dan wajib memenangkannya dalam Pilpres 2019 nanti", pungkasnya. 

Jurnalis : Koko Triarko / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Koko Triarko
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: