SABTU, 8 OKTOBER 2016

JAKARTA --- Dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada hari Sabtu tanggal 1 Oktober 2016 kemarin, Kampus Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta dengan bangga dapat kembali menyelenggarakan acara Seminar Nasional yang mengambil tema "Pandangan Tokoh-Tokoh Tentang Sistem Ekonomi Pancasila".


Sebelumnya Univesitas Mercu Buana memang dikenal sebagai salah satu kampus yang sering mengadakan seminar-seminar nasional di kampusnya, terutama pada saat bertepatan dengan peringatan hari-hari besar nasional lainnya, misalnya seperti pada saat memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada saat ini.

Dalam acara seminar nasional  tersebut, semaua tokoh-tokoh nasional dan akademisi yang hadir telah sependapat dan sepakat bahwa Sistem Ekonomi Pancasila merupakan salah satu sistem ekonomi yang khas dan unik, sehingga dipandang merupakan salah satu sistem ekonomi yang paling cocok dan ideal dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia.


Sistem Ekonomi Pancasila memang memiliki sistem yang khas dan unik, salah satunya karena berdasarkan kenyataan yang terjadi sehari-hari dalam kehidupan nyata warga masyarakat yang ada di Indonesia yang berkembang sedemikian rupa secara turun temurun. Sistem Ekonomi Pancasila merupakan salah satu sistem ekonomi yang bukan berasal dari kehidupan dan budaya dari bangsa manapun di dunia.

Selain dihadiri sejumlah tokoh-tokoh nasional yang ahli dibidangnya masing-masing, acara seminar nasional tersebut juga melibatkan kalangan para akademisi dan mahasiswa, terutama dari Kampus Universitas Mercu Buana sendiri. Acara seminar nasional tersebut berlangsung pada hari Sabtu (1/10/2016), bertempat di Menara Lantai 7, Kampus Universitas Mercu Buana, Meruya, Jakarta Barat.


Hadir dalam acara Seminar Nasional Sistem Ekonomi Pancasila tersebut antara lain Dr . Muliaman D. Hadad, yang selama ini dikenakan sebagai Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang juga sekaligus merupakan  Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI). Muliaman D. Hadad dalam acara tersebut didaulat menjadi pembicara kunci atau Keynote Speech.

Selain itu juga juga turut menghadirkan beberapa narasumber tokoh-tokoh nasional, antara lain Subiakto Tjakrawerdaya mantan Menteri Koperasi, Dr. Cosmas Batubara mantan Menteri Tenaga Kerja, kemudian Didik J. Racbini, Yudi Latif dan tentu saja Arissetyanto Nugroho, Rektor Universitas Mercu Buana, yang bertindak sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan acara seminar nasional tersebut.

Arissetyanto Nugroho, Rektor UMB Jakarta mengatakan "Bangsa Indonesia seharusnya patut berbangga, karena sebenarnya bangsa kita merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki sistem ekonomi sendiri yang sangat khas dan paling unik di dunia, yang tidak dimiliki oleh negara manapun, yaitu Sistem Ekonomi Pancasila, namun sistem ekonomi tersebut sebenarnya juga merupakan salah satu bentuk penyempurnaan dari berbagai macam sistem ekonomi yang telah ada di dunia" katanya di Kampus UMB Jakarta, Sabtu (1/10/2016).

"Sistem Ekonomi Pancasila merupakan salah satu sistem ekonomi yang khas dan unik, kerena sistem ekonomi tersebut pada awalnya tumbuh dan berkembang sedemikian rupa yang berasal dari adat-istiadat, budaya, sistem sosial, sistem perekonomian yang telah lama berkembang secara turun-temurun dalam kehidupan nyata yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, sehingga sistem ekonomi tersebut sekarang telah dijadikan sebagai pandangan dan pegangan hidup bangsa Indonesia sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945" demikian dikatakan Arissetyanto Nugroho, Rektor UMB di Jakarta.

Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Eko Sulestyono
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: