SENIN, 10 OKTOBER 2016

LAMPUNG---Ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Kalianda Lampung Selatan melakukan aksi unjuk rasa terkait penggunaan anggaran uang sekolah yang selama ini dianggap tidak terbuka diantaranya dalam penggunaan untuk keperluan bagi siswa dan infrastruktur sekolah. Ratusan siswa dari siswa kelas X hingga kelas XII tersebut berkumpul di halaman sekolah meski sebelumnya hendak melakukan aksi di tepi Jalan Lintas Sumatera untuk menyampaikan aspirasinya. Aksi mendapat pengawalan ketat dari anggota Satpol PP Pemkab Lampung Selatan dan anggota Polres Lampung Selatan.


Salah satu perwakilan siswa kelas XII,Slamet, selaku koordinator aksi tersebut mengaku bersama ratusan kawan kawannya menuntut agar fasilitas yang ada di MAN I Kalianda Lampung Selatan bisa membenahi fasilitas sekolah diantaranya fasilitas masjid,water closed (WC) dan penyediaan obat obatan.

“Sangat membanggakan sekaligus memprihatinkan karena selama ini bahkan obat-obatan untuk palang merah remaja dibeli dari hasil siswa menjual keripik untuk kepentingan siswa,”ungkap koordinator aksi tersebut,Slamet,yang juga sebagai ketua Palang Merah Remaja (PMR) di MAN 1 Kalianda,Senin (10/10/2016)


Slamet mengaku meski anggaran di sekolah cukup besar namun beberapa fasilitas di sekolah tersebut hingga kini masih belum memadai dan belum bisa digunakan secara maksimal oleh para siswa. Selama melakukan aksi tersebut ratusan siswa juga membawa spanduk berisi tuntutan diantaranya; Kami tidak perlu pemimpin yang hanya pintar bicara yang kami harapkan kemajuan sekolah dan siswa berharap agar dana dana yang ada di sekolah bisa dipergunakan dengan baik.

Salah satu poin yang dipertanyakan siswa diantaranya untuk pembangunan masjid di sekolah dengan setoran uang Rp50ribu meski realisasi pembangunan masjid tersebut hingga kini belum terwujud sempurna. Pihak sekolah membantah tidak pernah meminta sejumlah uang untuk sumbangan pembangunan masjid.


Kepala Sekolah MAN 1 Kalianda, Zukifli yang hadir menanggapi aksi siswa tersebut dengan berjanji akan mempelajari tuntutan siswa yang diantaranya terkait transparansi anggaran. Selain itu dirinya akan memanggil perwakilan siswa untuk membicarakan tuntutan siswa bersama Komite Sekolah untuk mendiskusikan berbagai persoalan yang ada di sekolah.

Ia mengaku akan mengikuti prosedur terkait pembangunan di sekolah Zulkifli berdalih dirinya baru menjadi kepala sekolah masih cukup baru sehingga dirinya tidak mengetahui dana dana yang ditarik untuk pembangunan masjid. Ia juga mengungkapkan pembelian obat untuk Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dengan menjual keripik bersifat insidental dan sebetulnya ada anggaran untuk pembelian obat.


Berdasarkan kesepakatan para siswa yang melakukan aksi unjuk rasa di depan sekolah tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan diantaranya.

1. Adanya transparansi dana anggaran.
2. Direalisasikannya segala tuntutan.
3. Adanya perbaikan sarana dan prasarana serta infrastruktur di MAN I1Kalianda.
4. Perubahan pengelolaan dan kebijakan pendanaan untuk kegiatan ekstrakurikuler
5. Perubahan sikap bapak kepala sekolah dapat mendukung dalam kegiatan positif siswa.

Seusai melakukan aksinya para siswa membubarkan diri dan para guru meminta seluruh siswa bisa melakukan proses belajar mengajar seperti biasa. Sementara para siswa yang menjadi perwakilan setiap kelas melakukan diskusi dengan kepala sekolah,komite sekolah.

Saat ini MAN 1 Kalianda terdiri dari 15 ruang kelas dan beberapa fasiltas diantaranya masjid,perpustakaan,kamar mandi dan WC serta fasilitas lain bagi sekitar 450 siswa tersebut. Kepala Sekolah Zulkifli pun berharap aset pemerintah daerah Kabupaten Lampung Selatan tersebut sedang dalam proses pengalihan dari aset Pemerintah Daerah Lampung Selatan untuk dialihkan ke Kementerian Agama.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Henk Widi
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: