SELASA, 4 OKTOBER 2016

SOLO --- Solo Batik Fashion (SBF) kembali digelar di Solo, Jawa Tengah. Ajang pengembangan fashion batik di Kota Solo yang digelar pada 7-9 Oktober 2016 akan menghadirkan keragaman Batik sebagai Pesona Manikam Indonesia.


"Manikam di sini adalah bisa diartikan seperti beragam batu permata dari bumi Indonesia. Pesona Manikam ini akan disajikan dalam batik fashion sebagai kekayaan alam Indonesia yang luar biasa," ujar Ketua Penyelenggara Jangko Raharjo, dalam press conference di Sunan Hotel Solo, Selasa (4/10/16).

Solo Batik Fashion, lanjut Jangko sebagai upaya menguatkan branding Solo sebagai Kota Batik. Meskipun saat ini sudah dikenal masyarakat luas sebagai central batik di Indonesia. 

"Manikam ini kita ibaratkan kekayaan batik di Indonesia dari Sabang sampai Merauke dengan keberagamannya serta nilai budaya yang luar biasa. Keinginan kita dalam SBF ini untuk menguatkan kembali jika Solo sebagai kota batik,” jelasnya.

Diakui Jangko, Solo Batik Fashion yang awalnya minim peminat, saat ini sudah mulai banyak digemari desainer Indonesia. Mulai dari desainer professional, UMKM yang bergerak dalam bidang batik, pelajar maupun mahasiswa juga ikut terlibat dalam event ini.  Dalam SBF ke 8 ini, setidaknya ada 33 desainer Indonesia yang tampil dalam pagelaran yang dihelat di Halaman Balai Kota Solo tersebut. 

“Untuk setiap harinya aka nada antara 10-12 desainer yang tampil dengan karya terbaiknya,” ungkapnya.

Dalam SBF 2016, Jangko tekankan jika peserta adalah batik tulis ataupun pengrajin batik lokal. “Tidak untuk batik printing. Sebab kalau printing bukan batik, karena produk tektil,” tegasnya.  

Sejumlah desainer yang akan memarkena karya terbaik mengambil tema Pesona Manikam Indonesia ini diantaranya Tutik Karisma, batik Keris Solo, Herdiana Rahmawati, Duwi Hadi, “Serta SBF ditutup dengan koleksi karya Eko Candra,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Sarana Wisata Disbudpar Solo Suwoto menambahkan, Solo Batik Fashion menjadi salah satu upaya untuk menguatkan brandding Solo sebagai Kota Batik. Solo Batik Fashion juga merupakan program Pemerintah Kota disamping terdapat Solo Batik Carnaval. 

"Program penguatan Solo sebagai Kota Batik ini sudah berlangsung sejak 8 tahun lalu. Mulai dari mengangkat UMKM, IKM, serta home industri batik lokal di Solo," tutupnya.
[Harun Alrosid]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: