SABTU, 8 OKTOBER 2016

SOLO --- Antisiasme masyarakat di Solo, Jawa Tengah terhadap pelaksanaan elektronik kartu tanda penduduk (E-KTP) masih sangat besar. Selain ditarget harus selesai, banyaknya permintaan pemula membuat petugas kewalahan dan stok blangko menipis.


“Saat ini kita telah kirimkan permohonan blangko ke Pemerintah Pusat, tapi sepertinya tidak terpenuhi karena stok bangko di pusat habis,” ucap Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Solo, Suwarta kepada awak media, Sabtu (8/10/2016).

Disebutkan, Pemkot Solo berencana mengganti E-KTP  milik  warga yang belum tercetak, dengan surat keterangan sementara. Surat  tersebut sebagai pengganti E-KTP  dan dapat berfungsi selama enam bulan. Untuk saat ini stok blanko E-KTP hanya tersisa 6 ribu keeping.

“Jumlah itu hanya cukup hingga akhir Oktober 2016 ini,” jelasnya.

Adanya surat keterangan itu merujuk dari Surat Edaran (SE) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang menyatakan surat keterangan itu dianggap sah sebagai pengganti E-KTP. Sebab, data yang tertera dalam surat keterangan tersebut mengacu pada data pemohon saat perekaman E-KTP.

“Surat itu juga dibubuhi tanda tangan resmi, sesuai perekaman. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, karena fungsinya sama dengan KTP elektronik." Imbuhnya.

Dengan berlaku selama enam bulan, surat keterangan itu diharapkan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menunggu jeda dan ketersediaan blangko dari pemerintah pusat. Minimnya stok ini diakui Suwarta karena pemohon E-KTP meningkat tajam.  

“Biasanya per hari perekaman data di Kantor Dispendukcapil maupun lima kantor kecamatan hanya 120 pemohon. Saat ini i melonjak hingga 600 pemohon setiap harinya. Lonjakan tak lain pengaruh dari pembatasan perekaman data dari Kemendagri,” pungkasnya.
[Harun Alrosid]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: