RABU, 12 OKTOBER 2016

MAUMERE --- SMAK Frateran Maumere sudah 5 kali mengutus duta-dutanya baik guru maupun pelajar ke negeri negara Amerika Serikat.Gelombang yang pertama kali berangkat adalah siswi Maria Helena Yesenia Jimmy dan guru Yohanes Sudarmo Dua melalui program South East Youth Leadership Program (SEAYLP), April  2014 ke Chicago Ilinois USA. 


Demikian disampaikan kepala sekolah SMA Katolik Frateran (Smater) Maumere,Frater M.Polikarpus,BHK,SE,M.Pd kepada Cendana News, Rabu (12/10/2016).Dikatakan Frater Poly
Duta Smater gelombang yang kedua berangkat adalah salah seorang guru perempuan,Lastri Yanika Dong.

 “Yanika berangkat melalui program English Access Micro scholarship Teacher Training Program (AMIDEAST and University of South Carolina) ke South Carolina - USA selama tiga minggu yaitu 19 Oktober sampai 9 November 2014,” ujarnya.

Duta Smater gelombang ketiga yang berangkat  terang Frater Poly yakni Octovino Remsi Hena Ama,pelajar yang berangkat melalui program Kennedy Lugar Youth Exchange and Study, selama satu tahun penuh yakni Juli 2015 sampai Juni 2016 di Buford-Atlanta-Negara Bagian Georgia-Amerika Serikat. 


“Octho tinggal bersama orang tua asuh dan bersekolah di salah satu SMA Favorit di kota Buford-Atlanta dan saat ini dia sudah kembali belajar di Smater,” terangnya.

Duta Smater gelombang yang ke empat berangkat sambungnya adalah Melisa Sonia Foris dan Maria Faustina Vini Creata.Kedua siswi ini berangkat melalui program Kennedy Lugar Youth Exchange and Study selama setahun penuh.Saat ini, sedang menjalani program ini di Ohio, Columbus, Amerika Serikat sampai dengan Juli 2017.

Kedua siswi ini beber Frater Poly,sudah kurang lebih 3 bulan berada di Ohio.Dari sharing pengalaman mereka mengatakan sangat menyenangkan.Mereka bersekolah di SMA favorit dan untuk nilai akademik mereka juga sangat menonjol. 

Selain itu lanjut frater asal kecamatan Bola ini,kedua siswi ini juga mempromosikan Indonesia dalam berbagai even seperti yang dialami Melisa Sona Foris. Dia menyatakan kebanggaanya karena boleh mempromosikan busana tenun ikat Sikka dalam suatu even di Ohio. 

 “Saya bangga dapat mewakili Indonesia melalui dress tradisional modifikasi dari negara dan daerah saya sendiri.Saya mendapatkan apresiasi yang bagus dan mereka sangat menyukainya,” tutur Melisa.

Bakat, minat dan prestasi anak Smater luar biasa,ungkap Frater Poly dan pihak sekolah etntu sangat memperhatikannnya.Pihaknya selalu memberikan motivasi kepada anak-anak agar mempunyai mimpi dan terus berjuang untuk meraih mimpi itu. 

“Kami tidak tinggal diam, terus membangun jejaring dengan berbagai lembaga dan dunia usaha, berinovasi, mencari informasi sana sini yang bermutu untuk anak-anak. Kami yakin dan percaya bahwa anak-anak Flores dan NTT juga bisa,” pungkasnya.

Jurnalis : Ebed De Rosary / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Ebed De Rosary

Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: