JUM'AT, 7 OKTOBER 2016

MAUMERE --- Minimnya pegawai yang bekerja di Rutan Maumere menyebabkan tahanan sering melarikan diri. Kondisi saat ini, satu orang petugas harus mengawasi 143 narapidana dimana dalam satu jam kerja hanya ada 3 petugas jaga, 1 orang berjaga di pintu depan, 1 petugas kontrol keliling dan 1 orang yang mengawasi narapidana.


Demikian disampaikan kepala Rutan Maumere Hudi Ismono,Amd.IP,SH,MH kepada media di Rutan Maumere, Kamis (6/10/2016) siang. Menurutnya selain petugas minim,kondisi bangunan rutan juga tidak layak dimana temboknya cuma setinggi 3 meter.

“Ini yang membuat seorang tahanan kasus perkosaan melarikan diri Sabtu (1/10/2016) kemarin sekitar pukul 13.30 hingga 14.00 WITA saat rehat makan siang dengan memanjat pagar belakang menggunakan kabel telepon,” ujarnya.

Setelah kejadian tersebut, Hudi langsung menghubungi Polres Sikka dan membentuk tim beranggotakan 33 personil dan langsung mendatangi kediaman Yulianto Blasing sang narapidana yang tigggal di Waigete.

“Isterinya mengatakan,setelah lompat pagar suaminya kabur menumpang ojek dan sempat mampir ke rumah untuk makan dan bertemu anaknya lalu melarikan diri ke hutan,” jelasnya.


Petugas kepolisian dan pegawai rutan masih terus mencari keberadaan Yulianto. Narapidana ini menurut penuturan isterinya kabur dari rutan karena kangen isteri dan anaknya dimana sebelum kejadian dirinya tidak dikunjungi dan merasa kesepian.

Kondisi Rutan Maumere saat ini, sambung mantan Kalapas Pangkalpinang ini, menampung 143 warga binaan. Kondisi ini melampaui kapasitas ideal rutan Maumere dimana seharusnya hanya menampung 47 narapidana.

“Pegawai kami cuma 28 orang dan kami bagi 4 jam kerja jaga dimana satu jam kerja ada 3 petugas. Banyak pegawai yang sudah mau pensiun sehingga tentunyan kami sangat kekurangan tenaga. Mudah-mudahan dengan kasus ini ada perhatian untuk penambahan pegawai,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi keadaan, beberapa tembok khususnya di bagian belakang rutan sudah ditinggikan. Selain itu dirinya juga lebih menekankan pendekatan kemanusiaan dan komunikasi dengan narapidana guna mencegah terjadinya kasus narapidana melarikan diri.

Jurnalis : Ebed De Rosary / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Ebed De Rosary

Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: