KAMIS, 13 OKTOBER 2016

BERITA FOTO --- Kebutuhan akan air irigasi untuk lahan pertanian seiring dengan program swasembada pangan merupakan program yang dicanangkan oleh presiden kedua Republik Indonesia, HM.Soeharto. Salah satu faktor pendukung swasembada pangan terutama padi adalah dengan infrastruktur saluran irigasi yang dibangun untuk mengalirkan air ke daerah daerah yang sulit dijangkau. Bangunan yang merupakan peninggalan di era Presiden Soeharto ini terletak di Dusun Banyuurip Desa Kuripan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan. Air dari way Kuripan disalurkan melalui saluran talang air yang juga berfungsi ganda sebagai jembatan untuk tranportasi para petani.


Bangunan Air (BA) yang dibangun sekitar tahun 1979 ini merupakan saksi kejayaan pertanian di era presiden HM.Soeharto dengan mengalirkan air sungai Way Kuripan di atas Sungai Way Pisang. Air mengalir di atas air merupakan sebuah konsep untuk memajukan pertanian di Lampung Selatan yang merupakan salah satu lumbung padi di Lampung. Swasembada pangan beras dapat tercapai dengan sistem irigasi yang cukup baik. Selain digunakan sebagai saluran irigasi sepanjang saluran air bisa digunakan sebagai akses untuk pengangkutan hasil bumi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan pekebun.


Bangunan air yang masih bertahan hingga kini mampu mengairi lahan pertanian sekitar 200 hektar dengan saluran saluran air berukuran sekitar 60 centimeter dengan panjang beberapa kilometer. Meski dibangun pada era presiden Soeharto bangunan tersebut masih kokoh berdiri meski masih diperlukan perbaikan dan rehabilitasi di beberapa bagian. Talang air yang mengalir di atas sungai tersebut bahkan menjadi sumber pengairan bagi wilayah yang sama sekali tak bisa dijangkau dengan air akibat lokasi yang lebih tinggi dari sungai. Konsep yang sangat brilian di era tahun 70-an dan masih bertahan hingga kini dan dimanfaatkan oleh generasi penerus para petani yang ada di Lampung Selatan.


Bangunan air yang menjadi jalur air bagi lahan pertanian tersebut menjadi salah satu cita cita rencana pembangunan lima tahun (Repelita) yang mendasarkan pembangunan pada sektor pertanian. Hingga kini sawah dengan padi padi menghijau dan subur terlihat dan petani bisa menggarap lahan sawahnya sepanjang tahun dalam kondisi musim kemarau sekalipun dengan sumber air dari Gunung Rajabasa dan menjadi sumber pengairan lahan pertanian dan perkebunan warga. Air yang jernih langsung dari pegunungan menjadikan lahan pertanian di wilayah tersebut menghasilkan padi melimpah sepanjang tahun. Berikut kondisi talang air yang masih bertahan hingga kini meski dibangun pada era presiden Soeharto tersebut:


Jurnalis : Henk Widi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Henk Widi
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: