MINGGU, 9 OKTOBER 2016

MATARAM --- Pesrsoalan sampah di kawasan objek pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) masih menjadi persoalan belum bisa. Dituntaskan, masih rendahnya kesadaran. Sebagian besar wisatawan serta tingginya aktivitas wisatawan yang melakukan kunjungan di kawasan objek pariwisata juga menjadi salah satu penyebab banyaknya sampah


Di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) misalkan kondisinya sudah sangat memprihatinkan, dengan volume sampah sangat tinggi dan semakin bertambah, seiring tingkat kunjungan wisman yang juga. Bertambah

"Selama 2016 saja volume sampah yang telah diturunkan dari kawasan puncak Rinjani sudah lebih dari delapan ton sampah, baik melalui kegiatan petugas, pengunjung, gaet maupun yang dilakukan oleh petugas bersama para porter" kata Kepala Bagian Tata Usaha Balai TNGR Mustafa Imran Lubis, dihubungi via telepon seluler di Mataram, Minggu (9/10/2016)

Karena itulah, untuk mengatasi dan mengurai masalah sampah di kawasan Rinjani, Balai TNGR bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB dan para pelaku pariwisata telah membentuk forum citra Rinjani lestari

Forum citra Rinjani Lestari ini, selain dari unsur pemerintahan, juga terdiri dari para pelaku usaha pariwisata, aktivis lingkungan, gaet, porter termasuk para pengunjung, untuk secara bersama - sama setiap satu bulan sekali melakukan gerakan  bersih rinjani dari sampah

"Forum citra rinjani lestari nantinya akan, menjadi wadah bagi masyarakat, pecinta lingkungan dan para pelaku pariwisata menyuarakan aspirasi tentang rinjani, supaya bisa bebas dari sampah"

Lebih lanjut Mustafa menambahkan, rasanya tidak fair dan adil, ketika para pelaku pariwisata maupun wisatawan hanya ingin mengambil keuntungan semata, terutama bagi para pelaku pariwisata dari sisi ekonomi semata, tapi tidak bertanggungjawab soal kebersihan dari sampah

"Karena bagaimanapn Rinjani selama ini harus diakui telah memberikan berkah ekonomi tersendiri, baik terhadap pemerintah mapun pelaku usaha, sehingga menjaga kebersihan Rinjani dari sampah semestinya sudah menjadi keharusan" katanya

Kegiatan bersih rinjani sendiri bulan ini juga akan dilakukan pertengahan bulaan Oktober sekarang

Jurnalis : Turmuzi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Turmuzi

Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: