RABU, 12 OKTOBER 2016

YOGYAKARTA --- Akibat hujan yang terjadi sejak siang hingga petang hari kemarin, tebing di kawasan obyek wisata Plawangan Turgo di Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, Sleman, ditutup selama dua hari sejak hari ini, Rabu (12/10/2016). Bongkahan batu besar di tebing bekas longsoran dikhawatirkan bisa terjatuh tiba-tiba dan membahayakan pengunjung.


Hujan deras yang terjadi sejak siang hingga petang hari kemarin, melongsorkan tebing di kawasan obyek wisata yang terkenal dengan keindahan air terjunnya yang bernama Telaga Muncar. Longsornya tebing setinggi 30-an meter dengan lebar sekitar 8 meter itu memutus jalur menuju puncak bukit Prono Jiwo, yang selama ini menjadi salah satu tempat favorit obyek wisata tersebut.

Kepala Resort Pakem-Turi Balai Taman Nasional Gunung Merapi DI Yogayakarta, Teguh Wardaya, ditemui di lokasi, Rabu (12/10/2016) mengatakan, tebing yang longsor berada di sebelah timur air terjun Telaga Muncar. Longsornya tebing itu memutus jalur menuju puncak bukit prono jiwo, dan ada bongkahan batu besar yang menyembul keluar di tebingnya sehingga dikhawatirkan bisa longsor sewaktu-waktu dan membahayakan pengunjung.

"Rencananya, besok batu itu akan dilongsorkan dan kawasan akan dibersihkan dari longsoran," jelasnya.

Teguh mengatakan, kawasan longsor tersebut sebelumnya pada 31 Desember 2014 juga pernah mengalami longsor. Sejak terjadinya cuaca ekstrim beberapa tahun ini, kata Teguh, hujan turun dengan durasi yang cukup lama dan beberapa kali menimbulkan longsor.

"Setiap terjadi hujan dengan durasi 1 hingga 1,5 jam, kita sudah waspada dan mengimbau kepada pengunjung untuk mencari tempat yang aman. Di banyak lokasi, kami juga sudah memasang papan peringatan, agar pengunjung selalu waspada jika terjadi hujan," ungkapnya.

Teguh menjelaskan, obyek wisata Plawangan Turgo lebih dikenal dengan sebutan Telaga Muncar. Merupakan zona pemanfaatan kawasan hutan taman nasional yang pengelolaannya berada di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Setiap hari ada ratusan pengunjung yang datang dan di hari libur bisa mencapai ribuan pengunjung.


Selain hawa yang sejuk dan kondisi alamnya yang masih asri, kata Teguh, obyek wisata tersebut juga menarik karena masih adanya satwa dilindungi berupa monyet ekor panjang.

"Ada empat kelompok monyet ekor panjang di sini dengan masing-masing kelompok terdiri dari seratusan ekor," pungkasnya. 
[Koko Triarko] 

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: