RABU, 5 OKTOBER 2016

PONOROGO --- Meski peralatan pertanian semakin canggih ternyata tidak mengurangi semangat petani untuk tetap menggunakan cangkul sebagai salah satu alat pertanian yang mampu diandalkan. Tapi tidak selalu cangkul baru yang digunakan, petani yang setia dengan cangkulnya merawat dengan apik cangkul kesayangannya.



Terkadang saat pegangan cangkul sering terlepas atau mata pisau cangkul tidak tajam, petani memilih membawa cangkulnya ke tempat reparasi besi. Tepatnya di Desa Crabak Kecamatan Balong, Ponorogo setiap hari minimal ada 10 orang yang datang membawa alat pertanian mulai dari cangkul, sabit dan golok untuk direparasi.

Pagi ini terlihat seorang laki-laki dibantu dua orang karyawannya tengah sibuk mereparasi cangkul. Wani, sang pemilik bahkan mengaku kewalahan melayani para pelanggannya. Pasalnya, saat musim tanam seperti ini dirinya kebanjiran order mereparasi alat pertanian.

"Kalau ramai saya biasanya manggil orang buat bantu-bantu, ada dua orang," jelasnya kepada Cendana News, Rabu (5/10/2016).


Diakuinya selain saat musim tanam, saat hendak Idul Adha juga ramai banyak orang yang datang membawa golok untuk direparasi. Reparasi yang dilakukan pun sesuai dengan keinginan pelanggan, mulai dari penajaman, ganti pegangan dan seterusnya.

"Untuk cangkul reparasi harganya Rp 25 ribu, kalau sabit dan golok Rp 15-20 ribu," ujarnya.

Namun ada yang mengusik Wani saat ini, generasi penerusnya tidak ada yang mau melanjutkan usahanya. Padahal usaha ini sudah ada sejak jaman kakek Wani.

"Ini usaha keluarga sudah lama sekali dibuka, saya lupa tepatnya kapan," jabarnya.

Meski sering dibantu karyawannya, Wani tidak sungkan memberikan ilmunya kepada karyawannya. Sesekali dirinya memberikan cara yang baik saat mereparasi alat pertanian. Karyawannya diajari cara memegang kubub dan bertugas memukul lempengan supaya kembali seperti baru.

"Cangkul, sabit dan golok tidak bisa main asah sembarangan harus ada proses lainnya seperti dipanaskan dan dipukul lagi," tandasnya.

Ia pun berharap salah satu dari karyawannya mau meneruskan usaha reparasi ini. Selain karena hasilnya lumayan juga dibutuhkan oleh petani.

"Petani kan daripada beli baru biasanya milih direparasi," pungkasnya.

Jurnalis : Charolin Pebrianti / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Charolin Pebrianti
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: